DPRK Sabang Minta KIP Serius Tangani Soal Surat Suara Hilang

oleh -537 views
Ilustrasi gudang logistik dan surat suara pemilu 2019

MITRAPOL.com, Sabang – Sebanyak 500 lembar surat suara DPRK Sabang Dapil Sukajaya yang tercecer sampai hari ini belum ditemukan. Terkait masalah tersebut, KIP dan PANWAS setempat diminta langsung membuat langkah serius sebagai antisipasi menghindari kecurangan.

Sebelumnya, pada 18 Februari 2019 yang lalu Pihak KIP kota Sabang didampingi oleh PANWAS kota Sabang melaksanakan penjemputan kertas suara ke Medan, Sumatera Utara.

Loading...

Penjemputan tersebut sesuai dengan berita acara serah terima barang antara Penyedia Kertas Suara, Penyedia jasa ekspedisi Kertas Suara dan KIP kota Sabang. Dalam Berita Acara nomor 03/GMD/PLM/19 tertanggal 18 Februari 2019 yang membubuhkan PT Gramedia (unit Palmerah) sebagai pihak pertama dan KPU Kota Sabang sebagai Pihak Kedua. Tampak pada kolom ke 4 surat suara DPRD Kabupaten/Kota Dapil 2 sebanyak 14.317 lembar pada jumlah Box nya terkoreksi dengan pulpen 28 Box diberi kode -1 (kurang satu).

Menurut informasi, bahwa jumlah kertas suara 1 box tersebut berisi 500 lembar, pihak KIP Kota Sabang sudah menyurati KIP Aceh dan KPU RI atas kekurangan kertas suara ini sejak diterimanya surat suara tersebut, namun hingga hari ini kertas suara yang tidak diterima dan diduga terselip ke daerah lain tersebut belum ditemukan.

Melihat permasalahan diatas, Wakil ketua II DPRK Sabang Zuanda.S.Pd.I meminta kepada KIP kota Sabang agar serius menelusuri ‘hilang’ nya surat suara tersebut.

“Karena jumlahnya lumayan besar, mencapai angka 1 (satu) kursi untuk daerah pemilihan sukajaya. Kemungkinan terburuk jika hasil penelusuran tidak mampu mendeteksi keberadaan 1 box kertas suara tersebut maka kami meminta Panwaslu dan jajaran dibawahnya untuk memperketat proses pemungutan suara terutama di Daerah Pemilihan Sukajaya, siapa yang bisa jamin 500 kertas suara yang hilang ini tidak akan beredar di TPS pada hari pemungutan suara nanti,” tegasnya.

Ia juga berharap KPPS bisa menjaga netralitas dikarenakan peluang untuk terjadi kecurangan bisa terjadi, “Apalagi kertas suara 500 lbr ini benar benar dinyatakan tidak terdeteksi keberadaannya” tambah Zuanda.

Kami berharap Pemilu di Sabang tahun 2019 ini dapat berlangsung sukses tanpa kekerasan (intimidasi) dan kecurangan sehingga dapat melahirkan wakil rakyat yang benar –benar dapat memperjuangkan aspirasi rakyat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *