Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pura Dharmesti di Lapas Gunung Sugih

oleh -14 views

MITRAPOL.com, Gunung Sugih – Kebebasan beragama dijamin oleh undang-undang dan tidak hanya berlaku di masyarakat umum namun tanpa terkecuali bagi narapidana yang sedang menjalani pidana didalam Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sugih, bekerjasama dengan Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung Tengah, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Pura.

“Pembangunan rumah ibadah ini untuk memenuhi kebutuhan pembinaan rohani bagi narapidana dan pegawai yang beragama hindu di Lapas Gunung Sugih,” kata Kepala Lapas, Syarpani saat melakukan peletakan batu pertama di area kunjungan dalam Lapas, Rabu (20/03/2019).

Syarpani menyampaikan bahwa belum terakomodirnya umat Hindu menjalankan ibadah di dalam Lapas.

“Pagi ini kami melakukan peletakan batu pertama bangunan Pura Dharmesti bekerjasama dengan PHDI Lampung Tengah untuk memastikan seluruh umat Hindu baik petugas maupun narapidana dapat menjalankan ibadah di tempat yang telah disediakan oleh Lapas, ini membuktikan bahwa Kebhinekaan ada di Lapas Gunung Sugih,” ujar Alumnus Magister Hukum Universitas Padjadjaran.

Bapak tiga anak ini menyampaikan bahwa sebelumnya telah meresmikan Blok Santri untuk umat muslim, pembangunan Gereja dan Perpustakaan untuk umat Nasrani demi memenuhi kebutuhan rohani bagi penghuni Lapas.

Sementara itu ketua PHDI Lampung Tengah I Ketut Suwendra menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembangunan Pura di dalam Lapas.

“Terima kasih kepada Kalapas Gunung Sugih atas izin yang diberikan pembangunan Pura dengan harapan setelah bebas umat Hindu menjadi warga yang lebih baik dan lebih mengenal Tuhan,” ujar Ketut Suwendra.

Ketut Suwendra menyatakan bahwa berita pembangunan Pura ini sangat viral di kalangan umat Hindu seluruh Indonesia karena semua mengapresiasi kebinekaan Kalapas.

“Ini langka sekali ya Ada pura di dalam Lapas semoga kebaikan kita semua menjadi amal kepada Tuhan,” ujar staf khusus Bupati Lampung Tengah ini

Selum dilakukan peletakan batu pertama, dilakukan upacara Mecaru untuk mengusir roh-roh jahat dan memastikan tempat pembuatan Pura dalam keadaan suci. (Lami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *