Masyarakat Adat Pertanyakan Soal Liang Lahat untuk Korban Banjir di Sentani

  • Whatsapp
Penggalian liang lahat untuk pemakaman masal korban bencana banjir dan longsor di Sentani, Papua

MITRAPOL.com, Jakarta – Tokoh pemuda wilayah adat Asei Kampung Harapan, Jeverson Kere mengatakan bahwa pemakaman masal terhadap korban bencana alam di Sentani, Papua yang direncanakan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura dan Provinsi Papua sampai saat ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat.

“Di media masa sudah disampaikan oleh bapak bupati Kabupaten Jayapura dan bapak Kapolda Papua.
diketahui 40 mayat akibat banjir bandang Kab. Jayapura akan dimakamkan di Kabupaten Jayapura Lokasi distrik Sentani Timur Kampung harapan,” ujar Jeverson kepada awak media, Kamis (21/03/2019)

Bacaan Lainnya

Sementara itu, lokasi pemakaman massal sudah disedikan oleh masyarakat adat dan lahan sudah digali oleh alat berat sejak tanggal 19 Maret 2019.

“Yang menjadi pertanyaan masyarakat adat Kampung harapan, kenapa lahan yang sudah digali dari tanggal 19 Maret dan tidak digunakan sampai sudah tanggal 21 maret hari ini,” ujarnya dengan penuh tanya.

“Apa maksud dari pemerintah untuk hal tersebut. Kami masyarakat mohon agar bapak bupati dapat memberikan penjelasan karena dalam tatanan adat, liang lahat yang sudah digali tetapi belum digunakan, itu sama saja pemerintah meminta masyarakat adat secara keseluruhan menjadi tumbal,” lanjutnya.

Untuk itu dirinya memohon agar pemerintah Provinsi Papua harus membayar denda secara adat kepada pemilik lahan dan mereka yang mempunyai wewenang dalam menangani makam secara adat.

“Kami merasa pemerintah sampai saat ini mengulur waktu. Dan sampai saat ini tidak Ada Koordinator dari pihak pemerintah yang menangani penggalian liang kuburan massal untuk korban banjir bandang Kabupaten. Jayapura.”

“Kami masyarakat adat menduga pemerintah telah memberikan pemberitaan yang tidak bertanggung jawab yang sudah tersebar luas melalui media masa,” tutupnya. (Desi)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *