Prabowo Tidak Hadir, Peserta Deklarasi 3.000 Ulama di Kota Metro Lampung Kecewa

oleh -385 views
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan saat menyampaikan orasi pemilu damai dalam deklarasi 3.000 ulama.

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Deklarasi 3.000 Ulama dari Ponpes Se-Lampung menghadirkan Sabyan Gambus. Acara berlangsung di Lapangan Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung ,Rabu (20/03/19).

Para pendukung dan simpatisan paslon nomot urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno yang akan maju dalam pemilihan Pilpres periode 2019-2024 memadati Lapangan Mulyojati 16C berasal dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Lampung.

Loading...

Antusias pengunjung sejak pagi terlihat dari banyaknya pengunjung. Namun suasana berubah ketika acara dimulai. Hal itu setelah Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa Prabowo Subianto tidak dapat hadir dikarenakan sedang berada diluar negeri.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan bahwa dirinya datang hanya menyuarakan pemilu damai Luber dan jurdil, ia berharap masyarakat indonesia dapat memilih Pemimpin yang bisa mensejahterakan rakyat.

“Saya berharap pemilu ini Langsung umum bebas rahasia serta jujur dan adil bahwa sesuai dengan UUD dan konstitusi maka pemilunya Insya allah damai,” ujarnya.

“Selain itu pemilu itu adalah memperbaharui kontrak politik antara rakyat dan yang mewakili, apakah DPRD Kota, Provinsi, DPR, DPD maupun Presiden. Jika saat ini pemimpin lebih baik yang dirasakan masyarakat kita hormati, tetapi jika saat ini ada yang merasa pemimpin kurang baik, kurang adil, harga kurang terkendali, tidak sesuai dengan harapan maka pilih pemimpin paslon yang satunya lagi. Jadi keduanya sama sama kita hormati asal Luber, Jurdil,” papar Zulkifli Hasan.

Ditegaskannya kembali, “Saya meminta agar pemilu damai dan menggembirakan. Karena semua dalam pemilu adalah mempebaharui komitmen kita karena pemilu itu pesta bukan satu hari, karena yang berkuasa adalah rakyat.”

Ia juga berpesan kepada pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat janganlah sombong. Karena rakyat yang berdaulat dan berkuasa jangan sampai kedaulatan itu ditukar sembako atau uang maupun nasi kotak.

“Jika kita diberi boleh diambil tetapi kita memilih harus sesuai hati kita masing – masing.”

Diakhir orasinya Zulkifli menjelaskan bahwa Prabowo tidak bisa hadir sedang berada diluar negeri karena sesuatu hal untuk kepentingan yang lebih besar. (Muktaridi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *