KPU Dogiyai Telah Rangkum dan Siap Laksanakan Pemilu 2019

by -56 views
Ketua KPU Kabupaten Dogiyai Andreas Gobay S.os.,MA

MITRAPOL.com, Dogiyai Papua – Dicelah-celah kesibukannya, ketua KPU kabupaten Dogiyai, Andreas Gobay. Sos. MA. menjelaskan kesiapan KPU Dogiyai dalam menghadapi Pemilu 2019, bertempat di Gudang penampungan surat suara yang berada di Kalibobo Kabupaten Nabire. Rabu (20/3/19).

Andreas menjelaskan bahwa kenapa kami ada di Nabire dan menyewa ruko untuk menampung surat suara di Nabire, sala satu alasannya karena jaringan internet di Dogiyai tidak ada, kedua kami juga belum ada kantor KPU di Kabupaten Dogiyai.

Tujuan kami menyewa ruko di Nabire adalah agar bisa cepat melapor ke KPU Pusat ketika ada surat suara yang rusak.

“Disini jaringan telepon maupun jaringan internet cukup mendukung sehingga kami bisa bekerja, dibandingkan kami bekerja di Dogiyai yang jaringan internetnya tidak ada sama sekali.tegas”. Andreas.

Dilanjutkan lagi dengan kesiapan KPU Dogiya. Andreas menyampaikan, bahwa KPU di Dogiyai adalah salah satu kabupaten di Indonesia khususnya kami di Papua, kami sudah berkemas-kemas dan kami sangat siap, kami sudah hitung-hitung hari sudah kurang 27 hari menjelang pemilu.

Kabupaten Dogiyai terdiri dari 10 Distrik, 79 Desa, dan kami sudah siapkan TPS (Tempat Pemunggutan Suara) berjumlah 349 TPS.

Di Kabupaten Dogiyai sendiri kami sudah melakukan sosialisasi semua tahapan secara baik dan kebetulan pada hari ini kami sudah siapkan logistik karena kami sudah melakukan sortiran terakhir sehingga ketika besok dan beberapa hari kedepan.
Kami di kabupaten Dogiya terdiri dari tiga Dapil yaitu tiga daerah pemilihan, Daerah pemilihan satu, dua, dan tiga, secara keseluruhan kabupaten Dogiyai sendiri terdiri dari 347 caleg yang akan memperebutkan 25 kursi yang ada di DPRD kabupaten Dogiyai dengan peserta 16 Partai Politik.
Dengan pengawas kami yaitu Bawaslu dan TNI, POLRI.

Andreas juga ingin menyampaikan kepada KPU Pusat bahwa kami dari KPU kabupaten Dogiyai mempunyai kelemahan atau kekurangan yang kami hadapi.
Kekurangan yang utama dan paling mendesak adalah terkait dengan pembiayaan haga satuan dari perencanaan yang di alokasikan dari KPU Pusat, itu hitungan dari harga satuan DKI Jakarta, ini sangat mengganggu dalam tahapan pemilu, misalnya dalam pelipatan surat suarah lalu transportasi.

Apalagi ada empat Distrik yang akan kami antar hak suaranya yang sangat jauh dari Kabupaten, harus menggunakan Helikopter sehingga ini melemahkan kami dalam melaksanakan atau mempersiapkan segalah sesuatu.ungkap.” Andreas.

Adapun surat suara yang rusak dan berita acara kami sudah buat serta sudah konfirmasi ke pihak KPU Provinsi dan KPU Pusat maupun pihak percetakan supaya itu di cetak ulang. Untuk kami KPU Dogiyai sendiri , itu ada dari total suara 93.444 surat suara.

Masing-masing surat suara yang rusak adalah, surat suara Pilpres yang adalah 47 surat suarah, surat suarah DPR RI yang rusak 139 surat suara, surat suara DPR Provinsi yang rusak 29 surat suara, dan surat suarah DPRD Dapil 5 yang rusak 5 surat suarah dan Dapil II 160 surat suarah, ser5a Dapil III 4 surat suara. Sehingga total surat suara yang rusak 428 surat suara.

 

Adi Manopo

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *