Kapolsek Sukajaya Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Rencong 2018

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sabang – Kapolsek Sukajaya Iptu Almunir pimpin pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Rencong 2018, bertempat di halaman Kantor Camat Sukajaya Sabang, Sabtu (23/03/2019).

Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Rencong 2018 digelar dalam rangka meningkatkan sinergi TNI-Polri dengan instansi lainnya dalam rangka mewujudkan kamdagri yang kondusif.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Sukajaya beserta personil, Danramil 01 beserta personil, Camat Sukajaya, Para Keuchik Dalam Kecamatan Sukajaya dan tokoh Masyarakat dalam Kecamatan Sukajaya.

Kapolsek Sukajaya Iptu Almunir,

Kapolsek Sukajaya Iptu Almuni sebagai Inspektur Apel tersebut membacakan amanat, bahwa Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak 5 (lima) jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan.

Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan dan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia Internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya.

Sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan.

Tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNI – Polri yang berada diluar lingkup penyelenggara Pemilu, akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.

Melihat konteks pelaksanaan Pemilu tersebut, sedapat mungkin opini kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain, namun sejatinya Pemilu Serentak Tahun 2019 memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin, momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional.

Kita ketahui bersama bahwa terkait penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran yang kita ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan Indeks Kerawanan penyelenggaraannya yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan Pemilu disetiap daerah.

Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan yang merupakan pemetaan kerawanan-kerawanan dan ketertiban masyarakat.

Oleh karena itu, saya mengajak seluruh stake holders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

 

Bukhari

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *