Musik Dangdut di RTH Kalijodo Rangsang Penderita Autisme

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Malam Minggu di minggu ketiga akhir bulan ini pengunjung RTH Kalijodo dihebohkan oleh Joged ala Autiesme dimana remaja berumur 17 tahun berbaju merah dari Bekasi ini menarik perhatian penonton dalam acara Dangdut yang digelar oleh Garda Bintang Timur untuk menghibur para pengunjung RTH Kalijodo.

Remaja berkaos merah ini bernama Adi (17) salah seorang remaja penderita Autisme yang datang bersama romboongannya jauh-jauh datang dari Bekasi ke RTH Kalijodo untuk berjoget dan menikmati musik Dangdut yang ada disini. Adi dengan asik joged didepan panggung bersama para penyanyi RTH Kalijodo, Penjaringan Jakarta Utara, (23/03)

Dari sore hingga acara selesai remaja berkaos merah ini menikmati sekali dan berjoged bareng para penyanyi serta biduan, tiada henti menggoyangkan tubuhnya, membuat anak remaja berkaos Merah ini menjadi pusat perhatian di acara rutin Dangdut Kalijodo ini.

Menggoyangkan pinggulnya depan maju mundur seolah membuat happy dikutip sedikit anak ini tinggal di wilayah Bekasi tempat yang sangat jauh ditemani kedua orang tuanya, dengan lagu Dangdut , oplosan”

Goyang dangdut oplosan membuat anak laki laki itu menikmati joged goyang kanan kiri menjadi khas joged Adi.

Sedikit kita ketahui tentang terapi musik yang mampu menstimulasi aktivitas otak dalam memahami dan mengenali proses yang terjadi di sekeliling anak. Caranya? Mempelajari hubungan sebab akibat antara tindakan dengan bunyi yang dihasilkan alat musik. Anak juga memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri, seperti memukul atau meniup instrumen, berteriak, mengekspresikan rasa senang, dan lain lain .

Tidak hanya itu, para peneliti menemukan bahwa musik sendiri memang mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak karena musik itu sendiri merangsang pertumbuhan sel otak. Musik bisa membuat kita rileks dan senang hati, yang merupakan emosi positif. Emosi positif inilah membuat fungsi berfikir seseorang menjadi maksimal.

Selain diperkenalkan dengan instrument musik, terapi musik juga dapat dilakukan dengan memutar musik saat anak tidur dan bangun atau berativitas dengan volume pelan yang cukup didengar oleh semua orang disekitar. Ketika memutar musik ini anak tidak harus konsentrasi atau sengaja mendengarkan.

Anak-anak autistik menganggap alat musik sebagai media menyenangkan, karena bentuk serta bunyinya. Itu sebabnya, peralatan musik bisa menjadi perantara dalam membangun hubungan antara anak autistik dengan orang lain.

 

Semi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *