Polisi ringkus dua tersangka pembunuh dan pemerkosa calon pendeta di Sumsel

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sumsel – Dua orang tersangka pembunuh dan pemerkosa calon Pendeta, Melidawati Zidoni (24), berhasil diamankan oleh tim gabungan Satreskrim Polres OKI dan Jatanras Polda Sumsel serta Polsek Air Sugihan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara saat jumpa pers di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3/2019).

Bacaan Lainnya

Tersangka yang bernama Nang (20) dan Hendry (18), telah melakukan pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap calon pendeta, Melidawati Zidoni (24).

“Ya, memang benar kami berhasil menangkap tersangka pada hari Kamis sekitar pukul 10.00 Wib”, ungkapnya.

Dia menjelaskan, awal mulanya salah satu korban bernama Melidawati Zidoni dan Nita Pernawan berangkat dari Divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo yang berwarna hitam list merah menuju Pasar Jeti, Sungai Baung, OKI sekira pukul 17.00 Wib.

“Kemudian kedua korban pulang menuju camp di Divisi 4. Sebelum sampai di Divisi 4, tepatnya di Blok F, Divisi 3, korban dihadang di jalan dengan menggunakan batang kayu balok berukuran 2 meter,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, korban tersebut langsung diberhentikan dan dihampiri oleh kedua orang pelaku dengan ciri-ciri berbadan kurus dengan tinggi kurang lebih 165 cm, dengan menggunakan baju hitam dan memakai penutup wajah.

“Lalu kedua korban langsung dicekik dan tangan diikat menggunakan karet bekas ban dalam motor,” ujarnya.

Lanjut Kapolda Sumsel, pelaku mengaku korban tersebut pingsan dan dibuang ke semak sekitar areal perkebunan sawit.

“Selanjutnya korban Melidawati Zidoni dicekik hingga meninggal, kemudian mayatnya diseret dan dibuang di TKP kedua yang berjarak lebih kurang 100 meter dari TKP pertama,” imbuhnya.

Saat ditemukan oleh warga yang mencari korban sejak pukul 22.00 wib hingga 04.30 wib, korban ditemukan dalam keadaan tidak menggunakan celana dan baju bagian atas terbuka.

“Kemudian tersangka akan dikenakan Pasal 340 KUHP Jo 338 dengan ancaman pidana diatas 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati,” jelasnya.

Kedua tersangka, Nang dan Hendri mengakui menghadang jalan dengan cara memblokir jalan menggunakan batang kayu balok. Lalu menghampiri korban dan menyeret korban ke perkebunan kelapa sawit.

“Sekitar dua pekan sebelum kejadian, tersangka Nang berkelahi dengan orang Nias atas nama Princes dari Divisi 4. Timbullah dendam terhadap orang bersuku, yang menurut para tersangka ini terkesan sombong,” kata Kapolda menambahkan.

Ia menjelaskan, berselang dari kejadian itu, ketika saat duduk berdua, tersangka Nang dan Hendri melihat Melida dari kejauhan dengan menggunakan pakaian minim. Lalu tersangka Nang berkata kepada Hendri, alangkah cantiknya cewek itu.

“Lalu pada hari Senin pada tanggal 25 Maret 2019, tersangka Nang memiliki niat ingin melancarkan nafsu jahat kepada Melida. Kemudian kedua tersangka merencanakan aksi jahatnya,” pungkasnya. (Adri)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *