Polusi abu proyek Pelabuhan Balohan ganggu aktivitas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sabang – Proyek pembangunan Pelabuhan Balohan Sabang sangat mengganggu aktivitas para penumpang kapal dan warga yang berada atau bekerja disekitar pelabuhan, mereka mengeluhkan polusi abu, apa lagi dengan cuaca yang sangat panas sekarang ini di Sabang.

Hal tersebut dikatakan Ketua Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia Kawasan Laut Hutan dan Industri (LPLHI-KLHI) Syukri yang akrab disapa Bayu kepada mitrapol.com Jumat (29/3/19).

Dijelaskan Bayu, malah beberapa petugas UPTD Pelabuhan Penyeberangan Balohan ada yang terkena Infeksi saluran pernapasan akut atau sering disebut sebagai ISPA, ISPA adalah infeksi yang mengganggu proses pernafasan seseorang. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernafasan), atau bahkan paru-paru. ISPA merupakan penyakit yang mudah sekali menular. ungkap Bayu.

Terkait hal tersebut di atas, Kadis Perhubungan Sabang, Iskandar, SE, pernah menyarankan kepada BPKS supaya kapal penyeberangan dapat dialihkan sementara ke teluk sabang. Kadishub juga pernah mengikuti rapat di kantor BPKS, terkait pembangunan pelabuhan tersebut, semua instansi terkait pernah diundang rapat oleh Sayid Fadhil, untuk membahas permasalahan pemindahan sementara kapal ke dermaga CT2 atau CT3 Teluk Sabang, namun hal ini tidak tercapai dikarenakan pihak ASDP dan pengusaha kapal cepat meminta tambahan subsidi atau penambahan tarif harga tiket.

Supaya pembangunan lancar dan juga terhindar dari ISPA terhadap petugas, buruh dan penyebrang, Ini juga bisa-bisa salah satu masalah yang dapat berkurangnya wisatawan ke Sabang sebutnya, dan kami (Dinas perhubungan) tidak bisa maju di depan di karenakan ini yang harus bertindak adalah pemilik anggaran, yaitu BPKS. Kalau untuk saat ini Dinas Perhubungan hanya memberi pelayanan apa yang bisa kami berikan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini dan dengan keadaan yang sangat sembraut, kami (Dinas Perhubungan) mohon maaf karna tidak bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada Masyarakat, kata Iskandar.

Wakil ketua komisi A DPRK Sabang Albina Arahman, ST.,MT, yang menangani perhubungan, menyayangkan kurangnya perhatian dari pihak terkait, khususnya BPKS selaku pemilik kegiatan proyek. Seharusnya pelaksana proyek melakukan rekayasa lokasi untuk mengatasi polusi debu, misalnya dilakukan penyiraman air saat menjelang kedatangan dan keberangkatan penumpang, karena hasil pengamatan di lapangan penyiraman hanya dilakukan sekali dalam satu hari.

Dalam hal ini Albina menambahkan, dalam waktu dekat ini Sabang akan mengadakan event wisata melalui Kanduri Laot, jangan keadaan sekarang ini menimbulkan kekecewaan dari para wisatawan yang berkunjung ke Sabang. tutup Albina.

 

Bukhari

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *