Bayi meninggal dalam kandungan, Puskesmas dan Rumah Sakit saling lempar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kuningan – Novi seorang warga Cilimus awalnya melakukan persalinan anak keduanya di Puskesmas Cilimus Kuningan Jawa Barat, namun oleh pihak Puskesmas Cilimus Novi dirujuk ke RSUD Linggajati Kuningan, entah apa yang terjadi sesampainya di RSUD Linggajati Novi dikembalikan lagi ke Puskesmas Cilimus.

Dalam perjalanan menuju Puskesmas sekitar pukul 11.00 (26/02) Novi mengalami kontraksi hebat, sehingga Novi melahirkan anak keduanya didalam mobil ambulance, sang bayi lahir namun sudah tidak bernyawa.

Mengenai pengembalian pasien atas nama Novi pihak RSUD Linggajati memberikan penjelasan, pengembalian kepada Puskesmas Cilimus itu atas dasar pemeriksaan, bahwa bayi yang ada didalam kandungan sudah tidak bernyawa.

Yang kedua kondisi Novi dalam keadaan setabil, sehingga Novi tidak perlu ditangani oleh pihak RSUD Linggajati, pengembalian kepihak Puskesmas itu juga disetujui oleh pihak medis Puskesmas Cilimus,” terang Dr Lina.

Ditambahkan Dr Kris Yudi, harusnya pihak Puskesmas Cilimus tidak perlu melakukan rujukan, menurut rekam medis Puskesmas Cilimus bahwa bayi yang berada didalam kandungan sudah tidak bernyawa, harusnya kasus seperti ini tidak perlu dirujuk karena pihak Puskesmas bisa menanganinya.

Ditambah pihak Puskesmas dalam melakukan rujukan tidak konfirmasi melalui via telpon, harusnya konfirmasi terdahulu agar pihak RSUD bisa menyiapkan peralatan medis, jelas Kris Yudi.

Sementara, menurut Kapuskes Cilimus Dr. Eddy, mengenai rujukan kepada RSUD Linggajati Kuningan pihak Puskesmas Cilimus sudah sesuai prosedur, bahwa bayi yang ada dikandunagn ibu Novi diduga kuat sudah tidak bernyawa terlilit ari-ari, untuk memastikan bahwa bayi dikandungan itu sudah tidak bernyawa, maka dari pihak Puskesmas melakukan rujukan, yang kedua rujukan itu agar pihak RSUD Mandala menangani persalinan sekaligus perawatan, karena peralatan medis di Puskesmas ini tidak memadai, contoh alat vakum untuk menyedot bayi didalam kandungan belum ada di Puskesmas ini.

Yang menjadi aneh, pihak RSUD malah mengembalikan pasien kepuskesmas, ini bukti surat penolakannya pun ada, jelas Dr eddy dengan nada kesal.

Disisi lain, Desi Susanti Kasi Perijinan dan Rujukan Dinkes Kuningan membenarkan,”jika ada pasien ibu melahirkan dengan kondisi bayi sudah meningal didalam kadungan, menurut SOP itu harus dirujuk kerumah sakit,” ujarnya menjelaskan.

Mengenai persoalan dalam hal ini, siapa yang bertanggung jawab atas kejadian seorang ibu melahirkan didalam mobil ambulance.

Kadis Dinkes Kuningan Raji menyatakan bahwa, dirinyalah yang bertanggung jawab atas semua itu, tidak ada prajurit atau kopral yang bersalah, tetap saja kalau secara sistem sebagai kepala yang bertanggung jawab, maka dari itu pihaknya akan menyiapkan dan menurunkan tim khusus untuk melakukan investigasi dan turun menangani serta mengetahui pihak Puskes atau pihak RSUD yang berasalah.

Selaku Kadinkes Kuningan Raji berjanji, bahwa dirinya akan menjadi wasit dalam hal ini dan secepatnya akan meberikan kepastian siapakah yang bersalah atas kasus seorang ibu yang melahirkan didalam mobil ambulance.

Diakhir perbincangannya kepada mitrapol.com, jika dirinya nanti sedang tidak ada dikantor maka mas bisa menemui Sekdis atau kabid untuk meminta keterangan hasil tim investigasi Dinkes.

Namun hampir satu bulan menjelang dan sampai berita ini diterbitkan, baik Kadis, Sekdis ataupun Kabid belum bisa ditemui. Tim mitrapol.com telah beberapa kali mendatangi kantornya, namun menurut sekpri, “beliau sedang ada acara keluar, begitupun dengan Sekdis dan Kabid,” jelasnya.

 

Dede

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *