Proyek galian di trotoar Jalan Raya Carita diduga tidak mengantongi izin

  • Whatsapp
Proyek galian kabel di trotoar Jalan Raya Carita, Pandeglang, Banten

MITRAPOL.com, Pandeglang – Proyek penggalian tanah di trotoar Jalan Raya Carita, Pandeglang, Banten diduga tidak mengantongi izin dari pihak terkait.

Dari pantauan media Mitrapol.com di lapangan, pelaksanaan penggalian bisa dikatakan hanya menguntungkan pemilik proyek tanpa memikirkan hak pengguna trotoar.

Bacaan Lainnya

Dalam aktifitas penggalian pemasangan kabel untuk XL ini bisa dikatakan membahayakan pengguna pejalan kaki, di mana dalam pekerjaan galian tidak ada pemberitahuan adanya galian.

Kondisi tersebut membuat pengguna trotoar yang melintas terpaksa harus berjalan di pinggir bahu jalan untuk menghindari galian pemasangan kabel dari XL dan beresiko terserempet sepeda motor ataupun tertabrak kendaraan berat yang sering melintas di lokasi jalan tersebut.

“Galiannya benar-benar membuat kita pengguna jalan kaki terampas haknya untuk berjalan di trotoar, kita malah harus menggunakan bahu jalan kalo kita menuju pulang yang habis nyari nafkah dari pantai,” ungkap seorang warga kepada Mitrapol.com.saat berpapasan di lokasi galian tersebut, Jumat (29/3/2019).

Ini lantaran maraknya bongkar-pasang trotoar oleh perusahaan kontraktor demi kepentingan proyek. Akibatnya, sejumlah trotoar rusak. Sebab, usai dibongkar, mereka memperbaiki terkesan hanya asal saja.

Trotoar dan jalan sebagai fasilitas publik yang awalnya rapi dirusak oleh pekerja proyek seperti galian kabel listrik, air, gas atau fiber optik.

Kondisi ini semakin membuat pejalan kaki teraniaya. Mereka bisa terperosok lubang galian, atau terserempet bahkan tertabrak kendaraan karena terpaksa turun ke jalan untuk menghindari lubang galian.

Disisi lain, pemasangan pipa ataupun kabel ini dipasang menyatu berpasangan dranaise atau saluran air yang bisa mengakibatkan robohnya pertahan pinggir selokan air tersebut.

Padahal dalam Peraturan Men PU tersebut di pasal 9 menyatakan, bahwa aktifitas galian harus memiliki izin dan di pasal 10 pemberian izin atas persetujuan penyelenggara jalan sesuai dengan tingkatan jalan.

Informasi yang dapat dihimpun dari kepala pekerja galian dengan pak ado menerangkan bahwa dirinya tidak mengetahui tentang perijinan dan hanya melakukan pekerjaan saja.

“Padahal yang ngurusin masalah-masalah terkait organisasi dan segala macam adalah pak Ari yang bertanggung jawab. Kalo saya urusannya ya yang kerja ini bos,” terang Ado saat dimintai keterangannya.

Masih kata Ado, untuk masalah perijinan dan segala macam silahkan kordinasi dengan pak Ari saja sembari mengirimkan nomor telepon whatsapp (WA) pak Ari.

Saat Mitrapol mencoba menghubungi pak Ari melalui telepon seluler untuk mempertanyakan soal perijinan galian, pak Ari tidak memberikan hak jawabnya. Bahkan sampai pemberitaan ini ditayangkan belum ada jawaban baik melalui telepon ataupun sms/WA. (Royen S)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *