Ngaku Polisi Malaysia 2 orang asing diamankan Imigrasi Nunukan

by -47 views
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan Hanton Huzali, SH

MITRAPOL.com, Nunukan – Petugas gabungan dari TNI, Polri dan Imigrasi Nunukan, Kalimantan Utara berhasil mengamankan dua warga negara Malaysia di ruang karaoke Mini Pub. Sabtu (30/03) sekitar pukul 23.00 Wita.

Kedua warga Negara Malaysia mengaku sebagai petugas penjaga pos perbatasan RI – Malaysia di Pos Putih Pulau Kayu Mati.

Identitas kedua Warga Negara Asing (WNA) tersebut masing-masing MZBR (35) dengan pangkat Lans Koperal atau setingkat Kopral dan SAJ (22) dengan pangkat konstabel atau setingkat prajurit.

Dua Warga Negara Asing berkebangsaan Malaysia saat diinterogasi oleh Kasi Wasdakim Imigrasi Nunukan Bimo SH

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan Hanton Huzali SH, Senin (1/3/19) menjelaskan, keduanya adalah Polis Diraja Malaysia (PDRM) dengan kesatuan Pasukan Gerakan Am (PGA) bermarkas di Tawau yang tengah bertugas di Burst Point atau Pos Putih milik Kerajaan Malaysia yang terletak di Simpang Tiga Kayu Mati di perbatasan seberang Pulau Nunukan.

Mereka masuk ke wilayah Indonesia dengan cara menumpang Speedboat milik masyarakat dari Pos Putih menuju Dermaga tradisional di Pasar Jamaker, pada (30/03) sekitar jam 19.00 Wita.

Tujuan mereka adalah mau berbelanja barang-barang di Nunukan dan refreshing/mencari hiburan setelah selama sebulan bertugas di Pos Putih dan akan melakukan Rolling/pergantian tim pada Senin (01/04).

“Rencana mereka akan berada di Nunukan selama beberapa jam dan akan kembali lagi ke Pos Putih pada jam 23.00 Wita, tidak ada senjata meski mereka mengaku Polisi Malaysia, intinya mereka mau happy,” imbuh Hanton.

Hanton menegaskan jika Kantor Imigrasi kelas II TPI Nunukan tengah berkoordinasi dengan pihak Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak dengan menginformasikan bahwa ada dua orang warga negara Malaysia yang tengah didetensi di ruang detensi kantor Imigrasi kelas II TPI Nunukan sekaligus memverifikasi keabsahan Identity Card (IC) milik kedua Polisi tersebut.

Kedua warga negara Malaysia tersebut disangkakan melanggar UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu pasal 112 yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja keluar masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan Imigrasi dan pasal 119 yang berbunyi setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia tanpa memiliki dokumen Keimigrasian. Pungkas Hanton.

 

 

Yusup P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *