Suara Hati Hamidah yang terabaikan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Kondisi Rumah Hamidah Ka,em (55) Warga Dusun Ranto Siren Gampong Paya Demam Sa, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur sangat memprihatinkan, dengan atap rumbia yang bocor, dinding yang sudah lapuk dan berlantai tanah.

Ketua Lembaga Aceh Future Razali Yusuf yang didampingi teamnya, Zulkifli alias Aneuk Syuhada, Saifuddin dan sejumlah tokoh masyarakat setempat mengunjungi kediaman janda Dhuafa yang tergolong fakir miskin tersebut.

Hamidah Ka,em (55) kehidupannya sangat memprihatinkan dengan kondisi rumah yang tidak layak huni itu menyampaikan dengan nada yang lembut lika liku hidupnya pada rombongan team AF, bahwa dirinya sudah pasrah dan tidak ada tempat mengadu.

Rumahnya hampir tiap bulan didatangi orang, untuk mengambil foto kondisi rumah janda miskin tersebut dan mereka juga meminta foto copy KTP dan KK ungkapnya dengan nada sedih, namun sampai saat ini jangankan bangunan rumah, sekeping papanpun belum ada yang menyerahkannya, entah kemana mereka mengajukan, entah pun mereka tidak pernah mengajukan, saya sudah pasrah dengan keadaan saya hari ini, mungkin Allah belum berkehendak. katanya.

Saya masyarakat awam, yang tidak tau apa-apa, apa lagi untuk membuat proposal, lanjut Hamidah disini dulu tempat persembunyian GAM, dan sering terjadi kontak senjata disamping rumah saya, rumah ini dulu dibantu secara bergotong royong oleh beberapa warga yang peduli dengan kodisi rumah saya yang sudah roboh pada tahun 2005.

Hari hari Hamidah yang ditemani dua anaknya Saifullah (21) dan Syukridin (18), perkerjaan Saifullah sehari hari memanjat pohon kelapa dan pohon pinang yang diupahkan oleh pekebun, dengan pendapatan perhari tiga puluh ribu rupiah, itupun tidak setiap harinya ada yang mengupahkan, sedangkan Syukridin mondok di Dayah yang dibiayai oleh Dayah tersebut.

Seandainya Dayah tersebut tidak menggeratiskan biaya pendidikan anak saya, mungkin anak saya sampai hari ini belum sekolah dan mengaji, Alhamdulillah dan terima kasih karena Dayah tersebut membiayai anak saya ucapnya dengan nada terharu.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat M. Amin, mengatakan, kami sangat prihatin dan sudah berulang kali kami menyampaikan pada aparatur Gampong agar biaya rehab rumah diprioritaskan pada Hamidah, tapi kenyataannya tidak demikian, kami hanya masyarakat biasa hanya mampu memberi saran dan pendapat dalam musrembangdes, tapi kepetusannya ada dipucuk pimpinan Gampong, katanya sambil menggeleng geleng kan kepala.

Razali Yusuf memberikan semangat disaat duduk di samping Hamidah, inilah yang terbaik untuk kita, Allah belum berkehendak sehingga nasib Hamidah masih seperti ini, tapi Hamidah jangan kecewa, Allah Maha Tahu, Allah Maha Adil, Allah Maha Melihat, Insya Allah suatu saat nanti, bantuan Allah melalui Hambanya akan datang untuk membangun rumah yang layak dihuni.

Kita tidak perlu menyalahkan siapa siapa, semuanya dari yang Maha Kuasa, sengsara hari ini mungkin di esok hari Allah akan mengetuk pintu hati para pejabat Pemerintah agar mereka memperhatikan rakyat yang menunggu uluran tangan para dermawan, tutur Razali Yusuf yang akrab disapa dengan sebutan Cek li.

 

 

Suarman

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *