UNBK SMA digelar, ini harapan sejumlah Kepala Sekolah di Palembang

oleh -33 views
Kepala SMAN 3 Palembang, Dra Hj Purwiastuti Kusumastiwi,

MITRAPOL.com, Sumsel – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di berbagai SMA khususnya di kota Palembang berlangsung lancar.

UNBK berlangsung selama 4 hari, dengan beberapa mata pelajaran yang diujikan. Hari pertama, mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari kedua mata pelajaran Matematika, hari ketiga mata pelajaran yang diujikan Bahasa Inggris, dan hari keempat mata pelajaran pilihan sesuai jurusan.

Loading...

Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang, Drs. Parmin S, saat ditemui pada Senin (1/4/2019), mengatakan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sebelum pelaksanaan UNBK.

“Para siswa sudah dibiasakan menggunakan komputer. Try out juga berbasis komputer. Selain itu, kami lakukan pemantapan khusus UNBK,” katanya.

Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang, Drs. Parmin S,

Lanjutnya, untuk jumlah peserta yang ikut UNBK sebanyak 379 siswa. Pihaknya juga mengantisipasi jika terjadi pemadaman listrik, sudah disiapkan cadangan genset.

“Penyewaan genset ini sudah biasa kami lakukan sejak tahun lalu,” jelasnya.

Dirinya berharap agar para siswa mendapat hasil UN tertinggi.¬†“Ya, semoga para siswa ini mendapatkan hasil terbaik dan mencapai nilai UN tertinggi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Palembang, Dra Hj Purwiastuti Kusumastiwi, mengungkapkan sebanyak 411 peserta yang mengikuti UNBK. Pelaksanaan dibagi menjadi 3 sesi, dimana ada 2 labor yang digunakan, untuk satu labor terdiri dari 2 kelas.

“Pengawas dari sekolah lain. Untuk menjaga kejujuran sama seperti UNBK tahun sebelumnya, pengawasan harus dari pihak sekolah luar”, ujarnya.

Pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana sebelum pelaksanaan UNBK, seperti PC, server, dan lainnya.

“Kami juga mengadakan simulasi UNBK, try out, doa bersama, dan lainnya,” tambahnya.

Kepala SMAN 6 Palembang, Hj. Maryati, SPd

Terpisah, Kepala SMAN 6 Palembang, Hj. Maryati, SPd, menuturkan jumlah siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 348 siswa. Terdiri dari 10 kelas, dimana 6 kelas IPA dan 4 kelas IPS.

“Hingga sesi kedua ini para siswa masuk semua. Ada 1 siswa yang sakit, nanti akan ikut ujian pada sesi ketiga,” bebernya.

Sementara untuk cadangan jika ada pemadaman sudah tersedia genset dengan kapasitas 120 ribu kva.

“Genset tersebut tidak menyewa, karena punya komite. Jadi petugas saja yang disiapkan jika terjadi pemadaman,” pungkasnya. (Alfia/Adri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *