Kementerian Perdagangan tetapkan implementasi AETS ke-6 bagi petani karet

by -31 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki tren harga karet alam dunia yang masih berada di level rendah dengan mengimplementasikan kebijakan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) ke-6.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri, mengatakan pengurangan volume ekspor karet mulai hari ini belum tentu mengurangi nilai ekspor Indonesia, dikarenakan pengurangan volume ekspor akan dikompensasi dengan kenaikan harga, Pengurangan ekspor karet tersebut dalam rangka implementasi kebijakan Agreed Export Tonnage Scheme alias AETS ke-6, untuk mengurangi pasokan karet di dunia.

Seperti diketahui, harga karet sempat merosot hingga mencapai kisaran US$ 1,21 per kilogram pada November 2018. Menurut Kasan, harga tersebut kini mulai terkerek naik menuju kisaran US$ 1,4 per kilogram setelah adanya pertemuan International Tripartite Rubber Council pada Desember 2018 di Putrajaya, Malaysia.

“Perbedaan 20 sen ini kan kalau yang diekspor tiga juta ton lebih bisa triliunan (rupiah) bedanya, jadi bukan berarti pengurangan ekspor artinya mengurangi nilai ekspor,” ujar Kasan di Jakarta, Senin (01/04/2019)

Kasan berharap harga karet bahkan bisa membaik hingga ke angka US$ 2 per kilogram. Pemerintah mulai mengimplementasikan kebijakan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) keenam pada 1 April 2019. Dengan kebijakan itu Indonesia akan mengurangi ekspor karet sebesar 98.160 ton dalam empat bulan ke depan, yakni hingga 31 Juli 2019.

“Telah disepakati mulai 1 April 2019 bahwa Indonesia dan Malaysia akan mengimplementasikan kesepakatan tersebut sebagai bagian dari komitmen, nanti Thailand juga akan melaksanakan,” ujar Kasan.

Kesepakatan tersebut sesuai dengan hasil pertemuan khusus pejabat senior International Tripartite Rubber Council pada 4-5 Maret 2019 di Bangkok, Thailand. Dalam kebijakan AETS ke-6 disepakati pengurangan volume ekspor karet alam sebesar total 240.000 ton selama empat bulan.

Jumlah tersebut, dibagi secara proporsional kepada tiga negara sesuai dengan angka produksi dan kontribusi ekspor masing-masing negara. Thailand yang berkontribusi 52,6 persen, sepakat bakal membatasi ekspor sebesar 126.240 ton. Adapun Malaysia yang berkontribusi 6,5 persen akan membatasi ekspor 15.600 ton.

Kemendag juga menugaskan Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) untuk melaksanakan pembatasan ekspor AETS ke-6 kali ini. Gapkindo diminta membagi alokasi jumlah ekspor kepada seluruh anggota secara proporsional sesuai dengan past performanceekspor tahun 2018.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman berharap seluruh eksportir/eksportir produsen karet alam di Tanah Air dapat mematuhi aturan pembatasan ekspor yang telah disepakati, demi memperbaiki harga karet hingga ke tingkat petani.

“Secara organisasi, Gapkindo akan membuat surat teguran dahulu apabila ada perusahaan yang melanggar AETS,” tegas Rizal. (red)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *