Kontraktor megaproyek gedung baru IAIN Metro Lampung bakal kena sanksi

  • Whatsapp
Ketua PPTK Megaproyek Gedung IAIN Kota Metro Lampung, Agus Hamdani. (Foto: Muktaridi)

MITRAPOL.com, Metro/Lampung – Pembangunan gedung baru IAIN Kota Metro Lampung menelan anggaran senilai Rp31,4 milyar yang bersumber dari pusat SBSN Kementrian keuangan.

Berdasarkan penjelasan PPTK IAIN (Institut Agama Islam Negeri ) Kota Metro Lampung, bahwa proyek telah memasuki tahapan kontrak kedua yang batas akhir tanggal 31 Maret 2019.

Bacaan Lainnya

Para pekerja sedang bekerja seperti biasa tanpa diberitahu batas akhir jatuh pada tanggal 31/03/2019.

Terkait hal tersebut, Tim Mitrapol melakukan peninjauan dan bertemu Ketua PPTK Agus Hamdani, Senin (01/04/2019).

Sesuai petunjuk PPTK IAIN (Institut Agama Islam Negeri ) Kota Metro Lampung Agus Hamdani kepada Mitrapol bahwa pekerjaan sudah PHO selesai dan ia mengatakan bahwa batas akhir pekerjaan bagi PT. Uno Tanoh Seramo (UTS) kontrak kedua ini telah selesai pada tanggal 31/04/19.

“Saat ini mereka sedang lineclearing dan ada barang-barang yang harus dipasang dalam waktu 17 hari sekaligus menyelesaikan proses administrasinya. Ini sesuai surat edaran 275 tahun 2018. Mengenai pembayaran tidak seratus persen namun hasil dari prestasi kerja,”jelasnya.

“Mengenai Audit bersama tim TP4D dan consultan, serta pihak IAIN bersama pihak kontraktor dalam hal ini PT. Uno Tanoh Seramo akan ikut turun ke lokasi proyek pembangunan gedung akan menilai prestasi pekerjaan sesuai dengan volume pekerjaan dan itu yang akan dibayarkan,” tambah Agus.

Selanjutnya Agus Hamdani menjelaskan, “Untuk dana penyelesaian pembangunan gedung ini ada edaran 275 point 6 bahwa sisa anggaran yang tidak terpakai dari SBSN akan ditarik ke reksus dan masuk ke kas umum negara. Dan mengenai kelanjutan pembangunan ini saya tidak bisa jawab karena belum ada regulasinya.”

Ditambahkan Agus Hamdani selaku PPTK bahwa PT. Uno Tanoh Seramo selaku kontraktor tetap ada sanksi sesuai perpres tentang pengadaan barang dan jasa, tapi kalau dari sisi kita denda, kalau blacklist dari LKPP.

“Kita hanya menyiapkan dokumen bahwa rekanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik sesuai dengan kontrak dan kita ajukan ke LKPP,Artinya kita ikutin regulasi yang ada,” tutup Agus.

Kemudian Tim Mitrapol turun ke Lokasi pembangunan gedung melihat fakta yang ada langsung menemui Ahmad, Pengawas PT. Uno Tanoh Seramo.

Agus Pengawas Pembangunan gedung IAIN Kota Metro Lampung dari PT. Uno Tanoh Seramo

Ahmad mengatakan, bahwa belum ada pemberitahuan mengenai batas akhir pekerjaan, baik secara lisan maupun tulisan dari pihak IAIN untuk 17 hari kedepan menyelesaikan administrasinya.

Fakta di lokasi bahwa para pekerja masih bekerja seperti biasa.

Menurut salah satu pekerja bangunan Septian dari Bekri yang sudah bekerja selama satu bulan menjelaskan kepada Mitrapol bahwa belum ada instruksi akan pemberhentian pekerjaan ini.

Artinya pihak IAIN Kota Metro Lampung bersama Pihak Kontraktor PT. Uno Tanoh Seramo tidak sejalan di dalam mengawasi pembangunan gedung megaproyek yang menelan anggaran milyaran rupiah dari negara itu. (Muktaridi)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *