Rapat Paripurna DPRD Kota Metro Lampung tentang LPJ Walikota akhir tahun anggaran 2018

  • Whatsapp
Penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban Walikota Metro Lampung Achmad Pairin saat sidang paripurna,Selasa 03/04/19 ( foto : Muktaridi/Mitrapol ).

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Pelaksanaan rapat paripurna DPRD Kota Metro Lampung tentang ( LPJ ) laporan pertanggung jawaban Walikota Metro Lampung akhir tahun anggaran 2018 berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Selasa (02/04/19).

Hadir dalam sidang paripurna Walikota dan Wakil Walikota Metro, Ketua DPRD beserta seluruh anggota, Kapolres Metro, Dandim 0411/LT, Asistant, Kepala Dinas, Camat dan Lurah se-Kota Metro Lampung.

Rapat paripurna rapat ke 2 sidang ke I di pimpin Ketua DPRD Kota Metro Lampung Ana Morinda.

Laporan pertama disampaikan Sekwan Budiono tentang surat masuk ke DPRD Kota Metro Lampung.
Selanjutnya penyampaian LPJ Walikota Metro Lampung Achmad Pairin merupakan implementasi UU No.9 th 2015 tentang pemerintahan daerah serta peraturan pemerintah no.3 th 2007 tentang LPPJ kepada pemerintah,LKPJ kepada DPRD dan informasi LPPJ kepada masyarakat.

Walikota Metro Lampung Achmad Pairin.

LPJ Walikota Metro tahun ini merupakan gambaran pelaksana program dan kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan tahun 2018.Dalam LPJ didalamnya terdapat capaian kinerja maupun anggaran serta kendala didalam penyelenggaraan pemerintah daerah.Adapun LPJ kali ini meliputi,
1.Laporan tentang arah kebijakan umum pemerintah daerah.
2.Laporan pengelolaan keuangan daerah serta secara makro.
3.Laporan penyelenggaraan urusan disentralisasi.
4.Laporan penyeleggaraan tugas pembatuan.
5.Laporan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

Walikota Metro Lampung Achmad Pairin mengatakan,”perkembangan kondisi umum Kota Metro dari aspek kesejahteraan masyarakat sebagai bentuk impat batas pelaksanaan pembangunan. Adapun jumlah penduduk Kota Metro pertanggal 31 Desember 2018 berdasarkan data dinas Disdukcapil Kota Metro adalah 168,458 jiwa dengan pertumbuhan penduduk sebesar 286 jiwa atau 1,38 persen dengan rasio jenis kelamin 101,4 dan menunjukkan komposisi penduduk laki laki di Kota Metro hampir sama dengan penduduk perempuan, yang berarti untuk setiap 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki – laki. Sedangkan pratakata jumlah anggota perkeluarga berjumlah 3,44 artinya setiap keluarga memiliki anggota sebanyak 3 sampai 4 orang.

Selain itu struktur penduduk menurut kelompok umur dapat digunakan untuk melihat secara angka ketergantungan,yaitu gambaran beban tanggungan ekonomi kelompok usia produktif yaitu usia 15 sampai 64 tahun dan usia muda 0 sampai 14 tahun dan usia tua 65 tahun ke atas.

Oleh karena itu angka beban ketergantungan Kota Metro tahun 2018 adalah 40,1 persen yang berarti untuk setiap seratus penduduk usia produktif akan menanggunng sekitar 40 orang penduduk usia penduduk yang tidak produktif.” Jelas Pairin.

Ditambahkan Pairin,”adapun kepadatan penduduk di Kota Metro Lampung tahun 2018 adalah 2.415 jiwa perkilometer persegi, sebagai contoh, Kecamatan Metro Pusat luas wilayah 11,71 kilometer persegi merupakan wilayah paling padat penduduk yakni 4.565 jiwa perkilometer persegi.

Kecamatan Metro pusat mempunyai jumlah penduduk yang meliputi sekitar 32 persen dari total penduduk Kota Metro.

Kecamatan Metro Selatan luas wilayah 20,85 persen hanya ditempati warga hanya 10,33 persen dan kecamatan ini memiliki kepadatan penduduk terendah 1,214 jiwa perkilometer persegi walaupun wilayah ini meliputi area persawahan namun pemukiman sudah banyak berkembang dikecamatan tersebut”,ungkap Pairin.

Selain itu dijelaskan oleh Walikota Metro mengenai kondisi perekonomian kota Metro sebagai bagian dari aspek kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

“Gambaran perekonomian daerah dapat dilihat dari nilai produk domestik regional bruto laju pertumbuhan ekonomi dan implasi Kota Metro Lampung.Pertumbuhan perekonomian berdasarkan rilis BPS terbaru pada tahun 2017 mengalami penguatan dibanding tahun sebelumnya.Peningkatan kinerja ekonomi diKota Metro ini termasuk cukup tinggi jika dibandingkan rata-rata kota lain di provinsi Lampung.” tutupnya.

 

 

Muktaridi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *