Habib Lutfi Bin Yahya beri tausiyah dalam Dzikro Maulid Nabi di Batang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jateng – Habib Lutfi Bin Yahya memberikan ceramah dan tausiyah dalam peringatan Dzikro Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H / 2019 di Desa Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2019).

Kegiatan ini diikuti para personel TNI – Polri, ulama dan masyarakat sekitar. Hadir pula Dandim 0736/ Batang yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Raji, Bupati Batang yang diwakili Camat Batang Bapak Budiono, Danramil 10/Batang Kapten Inf.Bardi.

Dalam ceramahnya Habib Lutfi menyampaikan, “Ajaran Islam juga dakwah didalam menjaga pemerintahan. Kalo kita dapat menjaga kewibawaan Negeri ini, Maka Negara kita ini akan diperhitungkan oleh negara lain.”

Arti makna dan hikmah maulid Nabi Besar Muhammad SAW menjadi penting untuk dikaji, ditelaah dan diselami agar perayaan dan tradisi untuk memperingati kelahiran baginda Nabi Muhammad tidak sebatas pada seremonial belaka, tetapi mengandung makna yang filosofis-substantif.

Kata maulid sama artinya dengan milad yang diambil dari bahasa Arab dengan arti: “hari lahir”. Peringatan terhadap kelahiran baginda Nabi Muhammad ternyata bukanlah tradisi yang ada ketika rasul hidup.

Perayaan ini menjadi tradisi dan berkembang luas dalam masyarakat dan kehidupan umat Islam dari berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, jauh sesudah Rasulullah Muhammad saw wafat.

Lanjut Habib Lutfi Bin Yahya, “Dengan adanya khol bertujuan untuk menguri-uri ajaran islam dari para wali. Supaya generasi kita tidak “Kepaten Obor” (tidak kehilangan sejarah) terutama untuk mengenang tokoh-tokoh pejuang Islam jaman dahulu.”

“Maka dari itu Kita harus bisa menjaga kewibawaan, antara Rakyat, Aparat dan Ulama. Agar selalu tercipta Persatuan dan Kesatuan yang kuat di Negara Republik Indonesia. Kota Batang ini punya cikal bakal Ulama dan Umaroh yang dapat mengangkat kewibawaan kota Batang khususnya Indonesia, karena belia-beliaulah yang telah berjuang untuk menghadapi penjajah dari belenggu kebodohan,” terang Habib Lutfi.

“Wujud sifat Handharbeni terhadap para pejuang kita terdahulu kita harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa, jangan mudah di adudomba dan dipecah belah dan Tetap menjaga keutuhan NKRI,” terangnya. (Irul)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *