Khawatir lingkungannya tercemar, warga somasi Rumah Sakit Permata Hati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Peningkatan status bagi Rumah Bersalin menjadi Rumah Sakit Umum Permata Hati dijalan A. Nasution Kota Metro Lampung menuai polemik bagi warga setempat. Warga khawatiran dengan dampak lingkungan dalam waktu jangka panjang.

Sebelum menjadi Rumah Sakit Umum Permata Hati, statusnya adalah Rumah Bersalin bagi ibu hamil. Warga dilingkungan tersebut tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya baik lisan maupun tulisan.

Menurut narasumber yang ditemui Tim Mitrapol Kamis (04/04/19), menjelaskan bahwa warga setempat khawatir dengan dampak pencemaran lingkungan dalam jangka panjang, dan juga ada dugaan surat izin lingkungan dari warga sekitar dipalsukan atau cacat hukum.

“Awalnya adalah Klinik kemudian menjadi Rumah Sakit Bersalin dan sekarang menjadi Rumah Umum Permata Hati. Kami tidak pernah mendapatkan pemberitahuan dari pihak Rumah Sakit kepada warga disini baik lisan maupun tulisan. Kami menduga surat izin lingkungan tersebut ilegal dan cacat hukum. Karena tiba-tiba sudah berubah status menjadi Rumah Sakit Umum. Kami atas nama warga telah mengirimkan surat somasi kepada pihak Rumah Sakit Permata Hati agar menjelaskan permasalahan ini.” Jelasnya.

Ditambahkannya, dampak yang kami rasakan adalah, kenyamanan warga terusik, Dalam jangka panjang sumur kami pasti tercemar, udara bau tidak sedap, trotoar jalan tidak bisa digunakan lagi akibat dari aktifitas para pedagang yang berjualan dan kemacetan akibat dari parkir kendaraan yang sampai kebadan jalan.

Segala macam permasalahan ini kami kurang mengerti dan tidak paham dunia kesehatan. Artinya permasalahan ini bukan seperti makan cabe langsung terasa pedasnya, tetapi jangka panjang yang akan dirasakan oleh anak cucu kami. Sampai saat ini juga belum ada penjelasan/tanggapan surat somasi kami pihak Rumah Sakit Permata Hati kepada warga di sini, pungkasnya.

Warga minta penjelasan dari pihak Rumah Sakit Umum Permata Hati di jalan A. Nasution Kota Metro Lampung, bagaimana menyelesaikan masalah ini dan apa saja penanganan jangka panjang yang akan dilakukan akibat pencemaran ini.

 

 

Tim Mitrapol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *