Jelang pencoblosan, KPU Halteng gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara

  • Whatsapp
Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara di Halteng.

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Sembilan hari jelang pencoblosan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), melakukan simulasi pemungutan dan perhitungan suara dalam pemilihan umum serentak pada Rabu (17/4/2019) mendatang.

Bertempat di taman Kota Weda Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, lembaga penyelenggara pemilu itu menggelar simulasi pemungutan dan perhitungan suara, Senin (8/4/2019) pukul 09.00 wit.

Bacaan Lainnya

Berbagai unsur turut dihadirkan pada kesempatan tersebut. Nampak jelas Kapolres Halteng, AKBP Andri Haryanto SIK, berkenan hadir dan melihat secara dekat proses pemungutan suara yang dilakukan oleh KPPS.

“Hari ini kami melakukan simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilu serentak tahun 2019. Kita menghadirkan perwakilan pemilih dengan menggunakan KTP untuk mengikuti proses simulasi,” tutur Ketua KPU Halteng Abubakar Ibrahim.

“Harapan kami, agar mereka paham untuk menggunakan hak pilihnya saat hari H pencoblosan nanti dilaksanakan,” lanjut Abubakar.

Kapolres Halteng, AKBP Andri Haryanto SIK meninjau proses Simulasi yang dilakukan oleh KPU.

Pria yang akrab disapa Aka itu menambahkan, pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 ini merupakan sejarah awal pertama kali pemilu anggota legislatif dan presiden dilaksanakan bersamaan.

“Pemilih akan disuguhi lima surat suara. Begitu pun perhitungannya. Dengan simulasi ini akan ditunjukan bagaimana sebenarnya proses pemungutan suara di TPS seperti apa,” terangnya.

Terpisah, Kordiv Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Halteng, Husnul Husen SE mengatakan, dilaksanakannya simulasi tersebut agar masyarakat tidak gagap saat menggunakan hak suaranya di TPS.

Apalagi dengan lima surat suara yang disuguhkan, kalau mereka tidak paham tentu akan menjadikan masalah.

“Nah, dengan simulasi ini pemilih akan lebih paham. Sehingga saat masuk di bilik suara mereka tidak akan bingung dan langsung bisa menggunakan hak pilihnya,” tutur Husen.

Husen juga memberikan apresiasi kepada KPU, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Ini langkah bagus bagi KPU agar partisipasi pemilih semakin meningkat dengan pemahaman dalam proses pencoblosan di bilik suara,” imbuhnya.

Untuk diketahui, TPS simulasi dilengkapi dengan lima kotak suara dan dua bilik pencoblosan.

Di pintu masuk TPS, tertera Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 85 orang. Sehingga 85 orang penyelenggara lainnya berperan sebagai peserta coblos.

Yang bertindak sebagai Panitia Pemungutan Suara (KPPS) seluruhnya dari Penyelenggara Pemilu Kecamatan Weda. Ada pula yang berperan sebagai saksi dan peserta coblos.

Penyelenggara juga bertindak sebagai peserta coblos dan duduk di kursi antrean pemilih yang disediakan di dalam TPS simulasi.

Sebelum pemungutan suara dimulai, petugas KPPS dan saksi menggelar rapat pembukaan TPS.

Rapat dibuka dengan pengambilan sumpah petugas KPPS yang disaksikan saksi dan pemilih yang sudah hadir layaknya pemungutan suara sungguhan.

Petugas juga mengeluarkan sejumlah surat suara dari setiap kotak suara untuk dihitung. Satu kotak suara mewakili satu tingkatan pemilihan, yaitu Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Jumlah surat suara mengacu pada jumlah DPT ditambah dua persen surat suara cadangan. Ada 85 DPT ditambah 2 surat suara cadangan, sehingga total ada 87 surat suara di setiap tingkatan pemilihan. (Sahwan)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *