Kota Laguboti makin macet dan semrawut, Pemkab Tobasa diminta turun tangan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tobasamosir – Masyarakat dan pengendara yang biasa melintasi Jalan Patuan Nagari Laguboti, meminta Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) melalui instansi berwenang untuk menertibkan para pedagang yang berjualan di tepi badan jalan umum.

Tak hanya itu, warga juga berharap petugas terkait untuk mengatur arus lalu lintas guna mengurai kemacetan dan kesemrawutan di Kota Laguboti.

Bacaan Lainnya

Pasalnya setiap hari Senin (pekan laguboti) khususnya, Jalan Patuan Nagari selalu macet dan sembraut, akibat tidak ada petugas yang mengatur dan menertibkan keadaan yang membuat kondisi tidak teratur.

“Pemerintah Kabupaten Tobasa janganlah tutup mata melihat kondisi yang terjadi. Maunya seriuslah menanganinya supaya pedagang, konsumen, dan pengguna jalan lainnya merasa nyaman,” kata Ria, ibu rumah tangga yang kesal melihat kemacetan di Kota Laguboti, Senin (08/04/2019).

Ria mengungkapkan beberapa bulan lalu, Pemerintah Kabupaten Tobasa telah melakukan penertiban terhadap bangunan dan kanopi rumah penduduk yang menjorok ke badan jalan serta tempat berjualan pedagang yang memakai badan jalan. Dalih pemerintah supaya kota Laguboti tertib, arus lalu lintas lancar, kota bersih dan tidak kumu.

Banyak warga masyarakat yang menyaksikan penertibannya ketika itu dan tidak ada masalah yang berarti, karena warga setuju demi kebaikan.

“Dulu, selesai dilakukan penertiban, beberapa minggu kemudian arus lalu lintas lancar, dan tidak ada lagi pedagang yang memakai badan jalan untuk berjualan. Karena petugas selalu hadir untuk mengingatkan pedagang. Tetapi sekarang sudah kembali macet dan semrawut,” kata Janner menimpali.

Menurut Janner, kemacetan terjadi dikarenakan badan jalan semakin sempit akibat sedikit demi sedikit pedagang mulai kembali berjualan ditepi badan jalan. Penyebab lain, beca, mobil sewa dan angkutan barang mau parkir di badan jalan.

Dikatakanya supaya hal ini tidak terjadi, petugas dari Pemerintah Kabupaten Tobasa melalui instansi terkait harus ada standby mengatur kelancaran arus lalu lintas, mengingatkan pedagang agar tidak memakai tepi badan jalan untuk berjualan dan melarang pengemudi memarkirkan mobilnya di badan jalan.

“Bila dibuat jalur satu arah dan pedagang yang datang dari luar Laguboti diingatkan supaya datang lebih awal (tidak datang setelah mulai ramai) saya pikir itu salah satu solusi terbaik. Sehingga pedagang, pembeli dan warga lainnya merasa nyaman dan tidak lagi macet dan semrawut,” katanya.

Kalau tidak demikian, ia yakin lambat laun kondisi, setiap hari senin pekan, kota Laguboti akan semakin semrawut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Tobasamosir Tito Siahaan SH ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, “Nantinya kami akan berkordinasi dulu dengan dinas perhubungan,” ujar tito singkat.

Kepala Dinas Perhubungan Tobasamosir Pargaulan Sianipar ketika dikonfirmasi mengatakan, permasalahanya saat ini karena pasar yang baru dibangun tersebut belum difungsikan, sehingga para pedagang memakai bahu jalan.

“Jadi harapan kami, pihak yang menangani pasar secepatnya bisa memasukan para pedagang sehingga lebih mudah menertibkannya,” ujarnya. (Abdi.S)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *