Siap amankan 707 TPS, Polres Melawi kerahkan 285 personel

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kalbar – Kepolisian Resor (Polres) Melawi akan mengerahkan 285 personel untuk pengamanan 707 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Melawi.

Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, S.I.K., M. Si didampingi Kabag Ops AKP Sofyan mengatakan, sebanyak 285 anggota akan ditempatkan di setiap TPS pada Pemilu Serentak yang akan digelar Hari Rabu, 17 April 2019 mendatang.

Bacaan Lainnya

“Mengingat keterbatasan personil yang dimiliki Polres Melawi kata Kapolres, maka satu personel tidak cukup untuk melakukan pengamanan di satu TPS. Jadi nanti satu personil mengamankan dua TPS, tiga TPS atau satu TPS dengan melihat tingkat kerawanan politik,” ujar Kapolres, ditemui, saat menghadiri simulasi pemungutan dan perhitungan suara gelaran KPUD Kabupaten Melawi di lapangan eks Kantor Bupati Melawi, Senin (08/4/2019) pagi.

Pola pengamanan diseluruh TPS yang dilakukan Polres Melawi ini lanjut Kapolres, adalah berdasarkan karakteristik keamanan wilayah politik dan letak geografis masing-masing wilayah TPS di wilayah Kabupaten Melawi.

Dikesempatan itu Kapolres menghimbau kepada masyarakat Melawi untuk menggunakan hak pilihnya datang mencoblos ke TPS pada Hari Rabu, 17 April 2019 mendatang.

“Jangan menjadi golongan putih (golput), Gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani Anda di TPS,” imbaunya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif jelang dan sesudah Pemilu, sehingga Pemilu dapat berjalan lancar dan berkualiatas.

Kapolres menegaskan, bahwa pihaknya menjamin keamanan pelaksanaan pesta demokrasi ini agar bisa tercipta pemimpin, sesuai dengan keinginan masyarakat.

Selain itu Kapolres juga mengungkapkan, agar masyarakat jangan terperdaya dengan penyebaran berita yang tak jelas sumbernya (hoax).

Dijelaskan, tendensi hoax akan berakibat buruk pada perpecahan. “Hoax itu sama dengan teroris, yang memecah belah persatuan dan kesatuan serta mengadu domba,” tuturnya.

“Masyarakat harus paham dengan berita yang benar dan berita yang tidak benar. Pemilu Serentak ini harus terhindar dari berita hoax, sehingga tercipta Pemilu damai dan aman,” terangnya.

Ditempat yang sama Kabag Ops AKP Sofyan mengatakan “Hari ini Polres Melawi bekerjasama dengan KPUD Kabupaten Melawi melakukan simulasi mudah-mudahan simulasi ini bisa merepresentasikan kejadian pemungutan suara sesungguhnya di TPS,” katanya.

“Secara teknis Polres Melawi sudah sangat siap untuk mengamankan 707 TPS yang ada di Kabupaten Melai ini, terlebih Polres Melawi mendapatkan BKO dari Polda Kalbar sebanyak 100 Personil dalam rangka pengamanan pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum tahun 2019 di Kabupaten Melawi. Besar harapan kami Pemilu Tahun 2019 (Pilpres dan Pileg) dapat berjalan dengan aman, dami dan sejuk, Peran serta seluruh elemen masyarakat serta instansi terkait sangat diharapkan agar Pemilu tahun ini dapat berjalan dengan sukses dan tidak ada gangguan kamtibmas serta kejadian yang menonjol,” tegas Kabag Ops.

Sementara itu, Ketua KPUD Kabupaten Melawi Dedi Suparjo mengatakan, pada simulasi tersebut, KPU menggunakan standar yang akan digunakan saat pemungutan dan penghitungan suara yang bakal dilaksanakan Rabu 17 April 2019 mendatang. “Simulasi ini sama persis dengan aslinya, sekitar pukul 07.00 WIB para pemilih akan mulai berdatangan ke area TPS 1 Desa Paal ini,” ucapnya.

Simulasi ini menggambarkan TPS 1 Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi dengan jumlah DPT 294 orang terdiri dari laki-laki 149 dan perempuan 145. Dedi Suparjo mengatakan simulasi ini dibuat seperti nyata: terdapat kotak suara, bilik suara, papan pengumuman DPT, petugas KPPS, dan saksi.

Pada simulasi tersebut melibatkan warga sekitar TPS dari berbagai unsur, “Calon pemilih diarahkan langsung ke meja daftar hadir pemilih dan selanjutnya melakukan pemeriksaan seperti penyesuaian KTP dan formulir C6,” tambahnya.

“Pemeriksaan tersebut guna mensinkronkan berkas sesuai dengan DPT atau tidak dan jari tangan calon pemilih pun diperiksa. Setelah tahapan tersebut pemilih harus tanda tangan kedatangan dengan formulir C7 yang disesuaikan dengan jenis kelamin,” pungkasnya. (Red/Hum)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *