Aksi tolak PT EMM berujung ricuh, dua pengunjuk rasa dilarikan ke rumah sakit

  • Whatsapp
Aksi unjuk rasa di depan di kantor gubernur Aceh berakhir ricuh.

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Aksi unjuk rasa penolakan PT EMM di kantor gubernur Aceh yang awalnya berlangsung damai berujung ricuh. Hal ini disebabkan kekecewaan pengunjukrasa yang tidak kunjung ditanggapi aspirasinya oelh pemerintah setempat.

Pantauan Mitrapol di lokasi, hingga pukul pukul 16:00 Wib mahasiswa masih sabar dan mempertanyakan keberadaan Plt gubernur Aceh Nova Iriansyah yang tak kunjung menyambut pengunjuk rasa.

Bacaan Lainnya

Awalnya mahasiswa mendapatkan jawaban bahwa Plt gubernur sedang berada di Medan Sumatera Utara, namun sejurus kemudian dikatakan bahwa Plt gubernur sedang dinas ke Aceh Tengah.

Lantaran kecewa tak ada kejelasan, lantas mahasiswa maju selangkah demi selangkah menuju pintu utama gedung kantor gubernur. Pihak pengamanan yang saat itu berjaga langsung merespon dengan menahan massa yang merangsek ke dalam gedung.

Aksi dorong-mendorong pun terjadi, akibat kejadian itu, kaca pintu gedung gubernur pecah. Polisipun terpaksa melakukan pembubaran massa dengan menggunakan water canon dan gas airmata.

Dua pengunjuk rasa dilarikan ke RSUD Zainal Abidin karena terluka akibat ledakan gas air mata yang mengenai tangannya. Empat orang pengunjuk rasa diamankan polisi.

Amatan Mitrapol, kini pengunjuk rasa sudah mundur ke titik kumpul awal serta berjanji akan kembali masuk ke kantor gubernur.

“Saat ini kami kembali ke titik kumpul dulu, dua teman kami dirawat di Rsud Zainal Abidin akibat terkena ledakan gas airmata dan 4 orang diangkut polisi,” ujar salah seorang peserta aksi yang namanya tidak mau disebutkan. (Safdar S)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *