BNN Kabupaten Nunukan gelar rakor pemberdayaan masyarakat anti narkoba

  • Whatsapp
Kompol La Muati SH. saat membuka Rapat Kordinasi yang dihadiri 30 0rang dari semua SKPD di Pemerintah Kabupaten Nunukan.

MITRAPOL.com, Nunukan – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan Kompol La.Muati. SH menggelar Rapat Kordinasi Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Bali Room, Selasa (9/4/2019).

Rakor ini guna meningkatkan peran aktif dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan narkoba dan terjalinnya komunikasi koordinasi dan jejaring kerja BNNK Nunukan dengan dihadiri perwakilan dari 30 orang perwakilan dari SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan

Bacaan Lainnya

Humas BNN Kabupaten Nunukan Zainal mengatakan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika Tahun 2018-2019.

Juga didukung dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 21 Tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika serta Surat Edaran Menpan–RB Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di lingkungan instansi pemerintah.

“Dari dasar diatas, setiap instansi pemerintah wajib melaksanakan P4GN di lingkungan dinasnya masing-masing. Terlebih beberapa waktu lalu terungkap sejumlah PNS maupun Honorer diamankan oleh Pihak Kepolisian terjerat kasus nakoba,” jelasnya.

Maka sebagai langkah preventif pemerintah daerah perlu terlibat aktif dalam rencana aksi bersama Badan Nnarkoba Nnasional Kabupaten Nunukan sebagai pencegahan dan bukti nyata membantu memerangi narkoba di Kabupaten Nunukan yang Posisinya sangat strategis berada di Garis Perbatasan Negara.

Pada kesempatang yang sama, Kompol La Musti SH selaku Kepala Badan Narkoba Nasional kabupaten Nunukan, La Muati menjelaskan tentang aplikasi yang akan digunakan dalam rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh masing-masing OPD dalam upaya pencegahan dan penyalahgunaan Narkotika di Indonesia khususnya di Kabupaten Nunukan.

“BNNK Nunukan menerapkan aplikasi dimana setiap SKPD melaporkan rencana aksi yang dilaksanakan di internal maupun eksternal intansi tersebut. Jadi setiap ada Kegiatan harus diatur secara online sehingga mendapatkan penilaian dari BNN Pusat melalui BNN Kabupaten sebagai tim Evaluator akan diperingkat diproteksi dimana Propensi terbaik akan ditampilkan sampai propensi yang kurang baik kelahirannya,” terangnya.

Untuk SKPD ini terpokus ke pencegahan deteksi Dini seperti sosialisasi internal, sosialisasi Eksternal dan Sosialisasi Tes Urin internal mulai Bulan Spril hingga desember 2019 kegiatan ini masing masing dilaksanakan disetiap SKPD akan menjadi bahan pertimbangan dipusat untuk menentukan kebijakan. (Komimfo)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *