Mantan Ketua Umum PW KAMMI Aceh : Harusnya bentrokan tak terjadi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Mantan Ketua Umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad, sangat menyayangkan aksi unjukrasa tolak PT. EMM di kantor gubernur Aceh yang berakhir ricuh sehingga mengakibatkan jatuh korban di pihak mahasiswa dan rusaknya beberapa fasilitas di kantor Gubernur.

“Saya melihat pola yang digunakan oleh pihak keamanan dalam menjaga berlangsungnya aksi terkadang masih mengedepankan kekerasan ketika terjadinya aksi saling dorong, masih ada oknum kepolisian yang terkadang tidak sanggup menjaga emosi dan melampiaskan kekesalannya kepada mahasiswa,” ujarnya kepada Mitrapol, Banda Aceh (9/4/2019) malam.

Ia pula sangat menyesalkan ketika ada oknum pegawai kantor gubernur Aceh yang bernyanyi dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas ketika melihat pihak pengamanan menangkap oknum mahasiswa yang dianggap sebagai provokator, hal ini terekam pada vidoe yang tersebar di media sosial whatsaap usai kericuhan terjadi.

“Sebagai orang yang saat ini sudah bekerja dan dulunya pernah merasakan bangku kuliah tidak pantas merasa senang dan terkesan provokasi ketika melihat mahasiswanya ditangkap karena melakukan aksi membela nasib rakyat dan lingkungannya, seharusnya mereka merasa iba dan sedih bukan malah ikut-ikutan meneriaki mereka yang sedang berjuang,” timpalnya.

Dia berharap semoga ke depannya aksi unjukrasa tidak lagi berakhir seperti ini.

“Mari kita kawal jalannya aksi sesuai dengan semangat demokrasi yang dianut oleh negeri ini,” tutupnya.

Mahasiswa masih bertahan di taman Ratu Safiatudin

Sementara itu, pantauan Mitrapol sejumlah mahasiswa masih berkosentrasi dan bermalam di Taman Ratu Safituddin yang berjarak sekitar 300 meter dari kantor gubernur.

Mahasiswa masih bertahan hingga Plt gubernur Aceh Nova Iriansyah memenuhi desakan dan tuntutan mahasiswa. Di tempat yang berbeda, Beutong kabupaten Nagan Raya, warga melakukan doa bersama sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa dan berharap agar pemerintah Aceh segera menjawab tuntutan pengunjuk rasa.

 

 

Safdar. S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *