Massa aksi bongkar paving block halaman kantor gubernur Aceh

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Memasuki hari ketiga, aksi tolak PT EMM di kantor gubernur Aceh terus bergulir. Massa yang sebagian besar merupakan mahasiswa terus bertambah dan berdatangan dari pelosok Aceh.

Diketahui sebelumnya, sejak Selasa (9/4/2019) seribuan massa menuntut pemerintah Aceh untuk mengambil sikap menolak PT. EMM ini terus bertahan dan sempat bentrok dengan aparat keamanan.

Bacaan Lainnya

Dilaporkan 20 peserta aksi terpaksa dirawat usai bentrokan tersebut. Bahkan, hingga Senin malam massa bertahan dan bermalam di Taman Putro Phang yang jaraknya berkisar 300 meter dari kantor gubernur Aceh.

Pada Rabu (10/4/2019) Massa yang tergabung dalam Korp Barisan Pemuda Aceh (BPA) kembali mengepung kantor gubernur. Massa yang berjumlah lebih 5.000 orang ini mengular di jalan depan kantor gubernur, hingga arus lalulintas terpaksa dialihkan.

Massa bertahan di depan gerbang kantor gubernur Aceh hingga siang lantaran tidak memiliki izin untuk masuk ke halaman kantor gubernur, ratusan aparat polisi dan satpol PP terlihat memblokade gerbang. Ba’da ashar massa kembali merangsek masuk, dengan menjebol blokade aparat keamanan.

Hingga Rabu malam massa tetap bertahan dan bermalam di halaman kantor gubernur Aceh, namun hingga paginya PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah tidak kunjung menjumpai massa.

Lantaran kecewa, akhirnya mahasiswa kembali beraksi, sejumlah paving block halaman kantor gubernur dibongkar, mulai dari kuburan PLT gubernur hingga bangunan mirip candi tercipta di halaman kantor gubernur.

Berbagai kecaman dan desakan dari para pihak muncul, menyarankan agar Plt gubernur Aceh segera menjumpai massa, hingga tuntutan mereka direspon pemerintah Aceh.

Pantauan Mitrapol.com, hingga Kamis (11/4/2019) siang ini massa masih berkumpul di Taman Ratu Safituddin, melakukan persiapan melanjutkan aksi lanjutan. (Safdar S)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *