Pencurian getah damar di TN Gunung Gede marak, diduga ada oknum ikut bermain

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sukabumi – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah salah satu taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Ditetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia.

TN Gunung Gede Pangrango terutama didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang cantik di Jawa Barat. Dengan luas 24.270,80 hektare, wilayahnya terutama mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya.

Tapi sayangnya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ada saja ulah para penyadap getah damar ilegal merusak keindahan alam serta diduga adanya keterlibatan Kepala Resort di wilayah Kecamatan Nagrak yang ikut menikmati hasil dari penyadapan haram tersebut.

Pencurian Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) terjadi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yaitu pencurian berupa getah damar, seperti yang diungkapkan salah satu penyadap getah damar ilegal yang mengaku sebagai kepala kelompok penyadap.

Sekilas di wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango wilayah Resort Kecamatan Nagrak tidak ada aktifitas penyadapan getah damar dikarenakan ijin sudah habis, tetapi kenyataan di lapangan masih ada saja masyarakat serta diduga ada oknum di Resort yang terlibat bermain secara ilegal.

Saat para jurnalis mencari informasi dan data dilapangan menemukan salah satu penyadap yang mengaku ketua kelompok berinisial (H) membeberkan kepada para awak media bahwa dia memang melakukan penyadapan secara ilegal karena ada jatah ke oknum yang ada di Kantor Resort Nagrak serta dijual ke pengepul di daerah Kecamatan Nagrak yang berinisial (M).

(H) yang mengaku Ketua Kelompok mengungkapkan bahwa penyadapan getah damar secara ilegal terpaksa dilakukan, karena mereka tidak mempunyai mata pencaharian lagi serta mereka pun sudah mengajukan ulang untuk mendapatkan SK agar penyadapan getah damar dapat dilakukan secara legal.
Keterkaitan harga getah damar oknum ketua kelompok ini membeberkan per kilo hanya Rp. 10.000,- dan uang yang diterima dari pengepul hanya Rp. 8.000,- karena yang Rp. 2.000,- itu untuk oknum orang-orang Kantor Resort Nagrak.

Tidak sampai disitu awak media mendatangi balai konservasi TN. Gede Pangrango untuk meminta penjelasan keterkaitan adanya penyadapan getah damar secara ilegal ini.

Saat diwawancara Sudjoko sebagai Kasi mengaku tidak mengetahui adanya penyadapan ilegal ini. Saat ditanya tentang adanya dugaan oknum dari Kantor Resort Nagrak terlibat, Sudjoko mengaku tidak tahu dan menurutnya apabila ada yang terlibat akan ditindak tegas.

Dengan adanya beberapa bukti rekan-rekan media pun akan melaporkan kejadian pencurian getah damar di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini kepada Pihak yang berwajib untuk segera ditindaklanjuti. (Sumber LP Tipikor)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *