Pengawas PT. Uno Tanoh Seramo : Plang Nama Kami Copot Sesuai Aturan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Pembangunan gedung Kampus II (IAIN) yang menelan dana senilai 31,4 Milyar diduga penuh masalah. Tim Mitrapol bersama LSM KPKL Kota Metro melihat fakta di Lapangan terlihat plang nama perusahaan dicopot, Rabu (10/04/19).

Sejak pembangunannya bulan Juni 2018 kontrak berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. PT Uno Tanoh Seramo selaku pelaksana proyek belum bisa menyelesaikannya, akhirnya dengan alasan tertentu diperpanjang 90 hari kedepan sejak bulan Januari 2019 hingga tanggal 31 Maret 2019. Namun pada batas waktu yang dijadwalkan PT.Uno Tanoh Seramo belum juga bisa menyelesaikan terlihat masih banyak pekerjaan yang belum bisa selesaikan.

Ahmad Pengawas PT.UTS pembangunan gedung kampus II ( IAIN Kota Metro Lampung ) senilai 31,4 Milyar.

Saat menemui Ahmad pengawas proyek PT. Uno Tanoh Seramo, Tim Mitrapol bersama LSM KPKL (Komunitas Pemantau Korupsi Lampung) Kota Metro Lampung yang diketuai Herman menanyakan mengapa plang nama perusahaan dicopot sedangkan masih ada kegiatan pekerjaan Ahmad mengatakan,”kenapa emangnya apa ada anggaran negara diselewengkan dan plang itu kami copot sesuai aturan.” jawabnya.

Kembali Tim Mitrapol bertanya kepada Ahmad bahwa para pekerja belum mengetahui tanggal 17 April 2019 pekerjaan berakhir, Ahmad menjawab “kenapa anda bertanya kepada pekerja saya, enggak perlu itu.” jelasnya.

Ketua LSM KPKL Kota Metro Lampung Herman mengatakan,”kalau sudah putus kontrak dari tahun 2018 memang sudah harus diputus kontraknya. Jadi dana itu juga harus berhenti enggak terus bekerja begini,kalau melihat fakta dilapangan masih ada kegiatan seperti ini dananya meluncur terus ke pihak pengembang (pemborong). Seharusnya putus kontrak berapa yang sudah diselesaikan itu yang dibayarkan. Pekerjaan ini sejak tahun 2018 sampai saat ini perkiraan saya empat bulan kedepan juga belum selesai. Selain itu juga mengenai ada dugaan pengerjaan proyek ini yang menelan anggaran 31,4 milyar penuh masalah. Kami dari LSM KPKL Kota Metro Lampung akan berkoordinasi kepada pihak PPK IAIN dan juga penegak hukum dalam hal ini Kejati di Bandar Lampung jika pelaporan kami tidak berjalan diKejari Lampung Timur.

Herman Ketua LSM KPKL (Komunitas Pemantau Korupsi Lampung)

Disinggung mengenai pencopotan plang nama pelaksana oleh pihak pengawas Herman mengatakan,” sebenarnya papan nama suatu perusahaan yang mengerjakan proyek itu sudah ada anggarannya,jadi harus dipasang.Kalau ini pekerjaan belum selesai sudah dicopot berarti ada apa diduga.Jangan kan kami LSM sebagai kontrol sosial,masyarakat saja tidak bisa melihat karena sudah dicopot,” tutup Herman.

Setelah itu Tim Mitrapol dan LSM KPKL Kota Metro Lampung menemui Ahmad Hamdani selaku PPK, namun yang bersangkutan tidak berada diruang kerja. Kedepan hendaknya pihak PPK IAIN Kota Metro Lampung dan pengawas terkait harus bertindak tegas dan menerapkan aturan yang sudah ada kepada pelaksana yaitu PT.Uno Tanoh Seramo bahwa pekerjaan itu selesai tanggal 17 April 2019.

 

 

Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *