Oknum guru masuk ke villa saat jam belajar, ini penjelasan Kepala SDN Banjarmasin 2

  • Whatsapp
SDN Banjarmasin 2, Labuan, Pandeglang

MITRAPOL.com, Pandeglang – Pemberitaan tentang adanya seorang oknum guru SDN Banjarmasin 2, Labuan, Pandeglang yang masuk villa saat proses mengajar yang belum lama ini menjadi viral, sudah terjawabkan oleh pengawas Tingkat SD Kecamatan Carita, U. Juhaedi, Kamis (11/4/2019).

“Ya, untuk pemberitaan ini kami tidak menyalahkan pihak media yang sudah memberitakannya, dan kami selaku pengawas beserta korwil dan PGRI Carita menelurusi atas kebenaran untuk pemberitaan yang belum lama ini ditayangkan rekan-rekan media,” ungkap U.Juhaedi kepada Mitrapol.com baru-baru ini saat dimintai keterangannya di ruang kerja Korwil Carita yang didampingi Kepala SDN Banjarmasin 2 dan Ketua PGRI kecamatan Carita.

Muat Lebih

“Kami sudah menelusuri kebenaran atas oknum guru tersebut meninggalkan sekolah saat jam kerja atau jam belajar. Memang jawaban dari kepala sekolah SDN Banjarmasin 2 ini membenarkan bahwa oknum guru tersebut meninggalkan sekolah untuk mengambil sesuatu yang harus dicari sebagai bahan praktek untuk murid kelas 6 yang memang waktu itu dalam mata pelajaran olah raga,” papar U. Juhaedi

“Memang ini pukulan berat buat kami dan sebagai pelajaran berharga agar lebih baik kedepannya baik buat korwil, pengawas dan PGRI Carita,”tambah agus selaku ketua PGRI Kec. Carita.

“Dengan kejadian seperti ini kami tidak tinggal diam,kami langsung kroscek kelapangan untuk mengetahui akan kebenaran pemberitaan ini,” tambahnya.

Menurutnya, “Memang untuk alasan oknum tersebut kita pikirkan, sebagai korwil, pengawas bahkan PGRI juga turun kroscek kelapangan, kita sebagai bagian dari dinas pendidik tidak bisa tinggal diam dan bekerja mencari kebenaran atas pemberitaan tersebut.”

Sementara itu, Kepala SDN Banjarmasin 2, Jarkasih Spd menjelaskan, “Memang penglihatan sekasat mata untuk jam kerja masuk ke suatu villa pasti banyak berpikiran negatif, tapi untuk di dalamnya kita tidak mengetahui apa yang dikerjakan, bisa saja ada urusan penting, urusan pekerjaan, dan pertemuan lainnya dan semua itukan perlu ada bukti. Sampai saat ini untuk pemberitaan miring ini kita luruskan,” urainya.

“Untuk sanksi ataupun tindakan tegas jika ditemui pelanggaran atas oknum NB ini pasti diberikan sesuai aturan kedinasan,” tutupnya. (Royen Siregar)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *