Pemda Kabupaten Nunukan tandatangani MoU pembangunan pengolahan Rumput Laut

  • Whatsapp
Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid melakukan penadatanganan MoU pembangunan Pabrik pengolahan Rumput Laut dengan PT. Grenncity

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Pemerintahan Daerah Nunukan melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan menggelar Lokakarya dengan mengangkat tema “Program Aksi Pengembangan Wilayah Berbasis Sektor dan Komoditas,” diselenggarakan di Aula Pertemuan Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan. Selasa (09/04/2019).

Kegiatan diadakan dalam rangka merealisasikan program Kerja Bupati Nunukan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Nunukan 2016 – 2021, melalui Perangkat Daerah Kabupaten Nunukan terus bergerak maju melakukan terobosan dan Inovasi Baru dalam membangun Kabupaten Nunukan lebih baik.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari sejak tanggal 8 April 2019 kemarin dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Ketua Paniata Penyelenggaran Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Robby Nahak Serang mengatakan, “Sebagaimana Pembangunan Wilayah Berbasi Sektor dan Komoditas sudah barang tentu berkaitan dengan visi misi bupati, maka pada saat ini kita mengaju pada industry, market dan brend, maka kita akan menghasilkan ukuran IPM, Rasio Dini, PDRB dan rasio lainya, maka hari ini sampai dengan tahun 2021 kelak kita sudah akan berbicara Output daripada apa yang akan kerjakan nanti.”

Masih kata Robby, “Kegiatan Lokakarya ini akan dirangkaikan dengan penandatanganan MoU Pembangunan Industri Rumput Laut atau Pabrik Rumput Laut, kemudian Rangkaian kegiatan ini sudah berangsung kemarin dengan pembahasan 3 Aspek ekonomi yaitu Peningkatan DAD Nunukan, Pembahasan dan Kajian tentang Expor Impor, dan Pembahasan Bagaimana Merancang 223 Desa menjadi Desa Unggulan dengan kemampuan dan kualitas serta keunggula desa masing-masing.”

Para peserta Lokakarya

Direktur Usaha dan Investasi Dirjen PDSPRP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, dalam sambutanya yang dibacakan oleh Plt. Kasubdip Pemetaan dan Peluang Investor Ahmad Soleh s mengatakan, “sebagaimana tugas pokok dan fungsi kami adalah mengawal semua investasi investor baik itu PMA maupun PMDN yang masuk kedalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi kami akan mengawal Ibu Bupati dan bapak ibu sekalian baik itu mulai dari minat sampai realisasi investasi. Jadi kami akan mengawal sekecil apa pun investasi apappun itu yang akan terealisasi sampai ini akan menjadi dimanapun Pabriknya baru kami bisa menyerahkan ke direktorat jendral lain”.

“Kita ketahui bahwa Kabupaten Nunukan merupakan daerah penghasil rumput laut terbesar di pulau Kalimantan berdasarkan data, dan menurut teman-teman dari Asosiasi dan catatan kami dari teman-teman Dinas di Kabupaten Nunukan, Nunukan sebagai pemasok yang signifikan jadi rumput laut yang di produksi oleh nunukan ini sangat signifikan baik yang di kirim ke Sulawesi maupun ke Jawa Timur. Karena pabrik-pabrik rumput laut itu banyak di Sulawesi Selatan dan yang paling banyak di Jawa Timur, namum hampir sebagian besar di pasarkan dan distribusikan dalam bentuk kering yang dikirim dari Nunukan karena belum ada pabrik, dimana rumput laut itu tidak dapat dinikmati oleh masyarakat Nunukan sebagai penghasil Rumput Laut terbesar di Pulau Kalimantan, Nunukan hanya sebagai pembudidaya saja, oleh karena itu kami menyambut baik dan mendukung upaya kerjasama dan adanya investasi dari PT. Grin Cty untuk membangun industri Rumput Laut dengan melibatkan semua stakeholder Rumput Laut yang ada di Nunukan.” Jelasnya.

Dalam arahannya kepada para peserta Lokakarya, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengatakan, “saya sampaikan bahwa dalam pemerintahan ini, Visi Misi kita adalah Agro Bisinis, Agro adalah Pertanian dalam arti luas, yang saya sesalkan sampai saat ini keadaan ini tidak dikemas dengan baik kecuali mungkin perkebunan karena sudah ada 8 tau 9 CPO artinya terbanyak Pabrik dibandingkan daerah lain yang ada di Kaltara. Jadi sebenarnya sektor ini sudah ada sejak dulu namun bagaimanan apa yang sudah kita hasilkan ini bisa kiita kemas selangkah lebih maju lagi dengan yang ada, sehingga target dan orentasi kita adalah misalnya Expor, kadang saya sedih juga tadi pak kasad menyampaikan Nunukan ini penghasil Rumput Laut terbesar di Indonesia, yang saya sesalkan itu Gaungnya bukan dikita.”

Hj. Asmin Laura Hafid saat memberikan arahan menyampaikan, pertemuan hari ini tidak hanya menjadi ajang seremonial saja, karena kedepanya pemerintah akan dihadapkan dengan masyarakat, LSM dan sebagainya, mengingat ini menjadi sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Nunukan kedepanya dan kita akan buktikan kepada masyarakat dengan apa yang kita lakukan pada hari ini.

Hj. Asmin menegaskan, “Investor jangan dipersulit, investor datang bawa duit untuk masyarakat kita, bukan untuk kita, ini yang harus kita pahami bersama, kalau investor dipersulit, akhirnya investasinya buyar, pabrik ini harus jadi, karena kita penghasil terbesar Rumput Laut tapi tidak memiliki industri atau pabrik”.

Acara dilanjutkan dengan Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan PT. Greencity Membangun Indonesia untuk membangun Industri pengelolahan Rumput Laut di Nunukan, penandatangan MoU disaksikan oleh FKPD, SKPD dan Peserta Lokakarya yang hadir.

 

 

Kom/Yusup

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *