Bupati Wajo: Cafe & Coffee 72 harus punya ciri khas dan cita rasa sendiri

oleh -8 views

MITRAPOL.com, Wajo – Bupati dan Wakil Bupati Wajo menghadiri Launching Cafe & Coffee 72 di Jalan Andi Parenrengi, Rabu (17/4/2019).

Dari Pihak Cafe dan Cofee 72 Andi Muspida menyampaikan kalau asal kata Cafe & Coffee 72 dalam Bahasa Bugis Tujuh Dua kalau dibahasa Indonesiakan berarti berfungsi guna atau bisa mengerjakan dua pekerjaan dalam waktu yang bersamaan .

Launching ini dibuka oleh Bupati dan Wakil Bupati Wajo, dalam sambutan pertama Dr. H. Amran Mahmud menyampaikan bahwa dengan pengembangan kuliner hari ini, ingin ke depan lebih banyak karya-karya yang kreatif seperti ini untuk pengembangan Pariwisata Wajo kedepan.

Dengan pengembangan pariwisata yang memiliki efek bagus, Pemerintah mau bangun Lapaduppa seperti Singapura kecil, Kalau di Singapura lambangnya kepala singa kalau Padduppa, lambangnya Masjid Terapung sehingga ketika banjir bisa menjadi berkah, juga akan dibuka ruang terbuka hijau di kota, dengan mengembangkan pariwisata budaya, mengembangkan wisata religi di Tosora dan ini akan menjadi tempat sejarah bagi masyarakat Wajo.

Yang paling utama Danau Tempe akan dijadikan destinasi wisata terpadu seperti Toraja, ditarget Danau Tempe bukan jadi persinggahan tapi tujuan wisata, kalau orang datang berduyun-duyun, orang pasti bawa uang banyak. Sehingga berharap dapat mengemas kuliner khas, ada menu khas yang bisa dilestarikan di daerah Kabupaten Wajo.

Menjadikan Wajo sebagai daerah industrialisasi dan hirilisasi sehingga akan banyak tenaga tenaga kerja lokal nanti juga dari luar, mengembangkan 3 potensi besar Kabupaten Wajo diantaranya pertanian sehingga bisa dua kali lipat pendapatan dari petani, dengan membenahi infrastruktur pangairannya dari yang 30% bisa jadi 70% pengairannya.

Selanjutnya menjadikan Kabupaten Wajo sebagai lumbung daging dengan peternakannya dengan mengembangkan secara massif, Pemkab Wajo punya pola dengan percontohan di uraiyan.

“Kita motivasi masyarakat dengan bagi hasil dengan kaum dhuafa kita, sehingga ketika ini berkembang, kita bisa jadi solusi impor daging di Indonesia, banyak kota yang masih membutuhkannya, dan kita buka tol laut di Siwa dan mengirimkan daging ke pulau-pulau di Indonesia,” ungkap Dr. H. Amran Mahmud.

Mengembalikan kejayaan Wajo sebagai penghasil ikan terbesar di Asia Tenggara dengan kerja keras dari masyarakat dan Pemerintah, sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat Wajo.

“Kami sangat mengapresiasi launching Cafe dan Coffee 72 ini, harus ada semangat bertahan, karena mempertahankan lebih susah daripada memulai, kalau buat ciri khas tersendiri itu nanti bisa eksis terus,” ungkapnya.

Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE menyampaikan syukur bisa berkumpul di tempat ini dalam pembukaan Cafe dan Coffee 72, mudah-mudahan ke depan tempat ini bisa eksis, cita rasa harus dipertahankan.

“Dengan hadirnya launching ini sejalan dengan program kami, dengan cetak wirausahawan baru, juga dengan pengembangan pariwisata Danau Tempe, ini akan jadi destinasi wisata unggulan, dan ini sejalan dengan program kami, mudah-mudahan tempat ini jadi tempat wisata kuliner, kita doakan bisa eksis dan terus berlanjut,” ucap Wakil Bupati Wajo menutup sambutannya. (Andhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *