Prabowo tak akui perhitungan Quick Count, DPP PDI Perjuangan angkat bicara

by -26 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Menyingung sikap Prabowo Sandi yang tidak terima dengan hasil Quick Count pilpres yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga survei, DPP PDI perjuangan akhirnya menanggapi hal tersebut.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto mengungkapkan,”Terkait dengan quick count ? Ini juga sebuah metode ilmiah. Untuk itu, kita melihat situasi sekarang partai politik pendukung Pak Prabowo – Sandi pun mengakui quick count untuk partai politiknya, sehingga sangat ironis ketika partai politik QC-nya diterima, kemudian untuk pilpresnya tidak diterima, yang kemudian mengadakan aksi sepihak dengan tiga kali pernyataan menang. Ini sangat ironis,” ujar Hasto Kristyanto di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/04/2019).

“Dari Bu Megawati Soekarnoputri pun mengatakan sejak awal telah memberikan apresiasi ketika Pak Prabowo menyampaikan jangan sampai ada pihak-pihak yang terprovokasi sehingga para elite dalam situasi saat ini untuk menciptakan suasana tenang dan kondusif sangatlah diperlukan. Terlebih sejak kita menandatangani pakta integritas bersama dengan penyelenggara pemilu itu sendiri,” Hasto menambahkan.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto

PDIP menyayangkan sikap kubu Prabowo-Sandi yang lebih mempercayai hasil penghitungan internalnya dibandingkan dengan hasil yang dikeluarkan oleh lembaga lembaga survei melalui hasil Quick Count, bahkan sampai mengklaim kemenangan beberapa kali. Prabowo seharusnya menunggu hasil rekapitulasi KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu terlebih dahulu.

Jika memang tidak puas atas informasi yang berkembang, diharapkan seluruh peserta pemilu tidak berbuat hal yang negatif. Rasa tak puas itu, dapat diselesaikan melalui jalur hukum sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Bagi yang tidak puas dengan hasil pemilu, baik partai politik peserta pemilu maupun pasangan calon itu ditempuh melalui Mahkamah Konstitusi. Itu mekanisme yang resmi sehingga kami mengimbau agar seluruh elite politik dan para pihak lain untuk tidak melakukan hal-hal yang sifatnya buruk,” Hasto menuturkan.

Dalam Kesempatan nya DPP PDIP juga menjelaskan kepada awak media diwakili oleh Arief Wibowo bahwa DPP PDIP memiliki system perhitungan berbasis Formulir C1 dari tiap tiap TPS, dimana hasil rekapitulasi perhitungan di lakukan di setiap kecamatan kecamatan. Sytem ini sama dengan system yang digunakan oleh KPU akan tetapi yang dimiliki oleh DPP PDIP lebih cepat.

 

 

BS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *