Jaga situasi aman dan kondusif, Polri bersama TNI terus siaga di PPK

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tanggamus – Petugas Gabungan Polres Tanggamus dan Polsek Pugung bersama jajaran TNI melaksanakan pengamanan rapat pleno surat suara Pemilu 2019 di halaman Kantor Kecamatan Pugung, Sabtu (20/4/19).

Banyaknya jumlah TPS di Kecamatan Pugung mengakibatkan perhitungan suara yang digelar sejak pukul 08.00 Wib tersebut dihentikan sementara pada pukul 23.00 Wib.

Kapolsek Pugung Polres Tanggamus Iptu Mirga Nurjuanda, S.Sos. MM mengatakan, pleno PPK sementara dihentikan mengingat waktu yang larut malam dan kondisi para petugas yang kelelahan.

“Perhitungan suara sementara dihentikan berdasarkan kesepakakatan bersama, sebab waktu sudah larut malam dan petugas banyak yang kelelahan makan dilanjutkan besok, Minggu (21/4/19) pukul 08.00.Wib,” kata Iptu Mirga mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SI.K.,MM.

Iptu Mirga mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama jajaran TNI Kodim 0424 Tanggamus terus bersiaga di sekretariat PPK.

“Kami terus bersiaga di PPK bersama TNI guna memastikan situasi yang kondusif,” tegasnya.

Menurut Sekretaris PPK Pugung Hari Purnomo, PPK Pugung melaksanakan Pleno Pemilu dengan Model 4 Kelompok Hitung, pasalnya di Kecamatan Pugung ada 187 TPS yang ada di dalam 27 PPS. Jumlah itu terbanyak di Tanggamus.

“Jadi teknis hitungannya kami bagi empat kelompok supaya cepat selesai. Jika dengan model perhitungan satu persatu TPS bisa tiga hari tidak selesai,” kata Heri dalam keterangannya kepada awak media.

Dengan model perhitungan pararel empat kelompok, seharusnya ada empat proyektor. Namun di sini hanya ada satu proyektor.

Menurut Hari itu dibolehkan, asalkan nanti mengisi formulir model DAA1. Dengan cara ini saksi tidak mendapatkan langsung hasil rekap namun boleh memotret hasil perhitungan tiap TPS.

Selanjutnya hasil dari tiap TPS direkap menjadi hasil PPS. Saat itulah baru pleno tingkat PPK berlangsung dengan penampilan hasil rekap melalui proyektor. Dan saksi mendapatkan salinan rekap perhitungan.

“Untuk empat kelompok ini tiap kelompok menghitung hasil suara antara tujuh sampai delapan desa (pekon) atau PPS,” pungkasnya.

 

 

Deni Andestia

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *