Polemik Pilpres, media massa sebaiknya menahan diri

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Media massa sebaiknya menahan diri dalam pemberitaan sensasional. Sebaiknya media tidak ikut memprovokasi massa. Perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum selesai, selama penghitungan belum selesai, belum ada yang terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

“Media lebih baik mengawasi perhitungan suara, mengawal kertas suara, dan proses pembuatan berita acara.”

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari kepada wartawan di Jakarta. Minggu (21/4/19).

Atal juga mengimbau kepada tim sukses kedua paslon untuk mengawasi jalannya rekapitulasi perhitungan suara mulai dari tempat pemungutan suara (TPS), Desa/Kulurahan, Kecamatan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan KPU Pusat.

Atal menyayangkan polemik seputar tudingan sekelompok orang bahwa kelompok lain tidak konstitusional (inkonstitusional) karena mendasarkan pada perhitungan data yang mereka lakukan sendiri. Padahal, kata Atal, perhitungan cepat pun pada dasarnya tak bisa dikatakan sebagai pilihan konstitusional.

“Yang benar-benar konstitusional itu tentu saja perhitungan riil (real count) yang dilakukan KPU. Jadi, sebaiknya memang semua pihak bersabar dan menahan diri sampai KPU selesai menghitung dan mengumumkan hasil riil Pilpres dan Pileg. Dan, KPU sendiri juga harus lebih cepat mengentri data. Masak sudah hari kelima yang dientri baru di bawah 10 persen,” pungkas Atal.

 

 

Dr

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *