Polwan Polres Bandung kunjungi siswi SD korban bully

  • Whatsapp
Instagram Polres Bandung

MITRAPOL.com, Bandung – Sejumlah anggota polwan Polres Bandung mendatangi kediaman Nabila, siswi kelas 6 SDN Pangauban Kabupaten Bandung Barat yang menjadi korban perundungan (bullying) oleh teman sekolahnya.

Kunjungan ini merupakan bentuk simpati jajaran Polres Bandung terhadap Nabila yang beberapa waktu lalu sempat viral setelah video bullying dirinya beredar luas di media sosial.

Beberapa polwan dari Polres Bandung juga mengantarkan Nabila untuk jalan-jalan dan membeli beberapa perlengkapan sekolah. Hal ini bertujuan sebagai trauma healing agar kondisi psikologis Nabila tidak terganggu.

“Oleh karena itu, sejumlah Polwan dari Polres Bandung mengunjungi kediaman Nabila di Kampung Cibodas Rt 003 Rw 007 Desa Pangauban Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat,” ungkap Hasby dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Menurut Hasbi berdasarkan penuturan Nabila, saat video itu direkam, Ia di dorong oleh teman-temannya dan membullynya.

Selain itu, Nabila juga mengatakan saat itu, sepatu miliknya diduduki dan diusili oleh teman-temannya. Ia juga mengaku sangat kesal karena sudah susah payah mengumpulkan uang untuk membeli sepatu tersebut dari hasil jual rongsokan. Hal tersebut dikatakan Kasat Lantas Polres Bandung, AKP Hasby Ristama.

Menurut keluarga Nabila, lanjut Hasby, Nabila sudah di rawat sejak bayi oleh kakek dan neneknya. Sedangkan Ayah dan Ibu kandung nabila sudah bercerai sejak nabila bayi. Ayah nya sekarang tinggal di Sukabumi dan ibu nya tinggal di Kalimantan.

Saat ini, ucap Hasby, Kekek dan Nenek Nabila mengaku tidak bisa memberikan kebutuhan Nabila secara penuh dikarenakan sedang sakit. Bahkan Nabila lah yang selalu mengantarkan Kakek dan Neneknya ke klinik.

“Nabila juga terkadang memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dengan cara mencari rongsokan atau barang bekas dan dijual kepengepul yang berada tidak jauh dari rumahnya,” terangnya.

Dia juga mengaku, saat ini pihaknya sudah menurunkan tim trauma healing sebagai wujud sosial dan mencegah terjadinya aksi perundungan. Serta meningkatkan moril Nabila bahwa dia banyak keluarga.

“Peran kita semua untuk saling menjaga, dan terhadap pelaku hendaknya kita berikan pengertian, karena mereka juga harus diberi pengertian dan masih kecil usianya,” ujarnya. (PH.Sihombing)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *