Jaga Kesatuan NKRI, HMI Kalteng tolak “People Power” yang memecah belah bangsa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Palangka Raya – Pasca berakhirnya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legeslatif (Pileg) serentak yang dilaksanakan pada 17 April 2019 lalu, Organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Provinsi Kalteng menolak “People Power” atau pengerahan massa yang akan memecah belah Bangsa.

“Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak awal berdiri bersifat independent tidak dibawah organisasi yang lain. Murni gerakan mahasiswa, secara kelembagaan HMI tidak ada hubungan baik internal maupun eksternal dengan yang namanya organisasi-organisasi politik. Karena organisasi HMI bersifat netral dan independen,” jelas Ketua HMI Kalteng Donnal Setiawan kepada awak media, Selasa (23/04/2019).

Lanjut Donnal, HMI fokus pada gerakan-gerakan perjuangan mahasiswa dan berpedoman pada dua komitmen yaitu, pertama komitmen ke-Islaman dan kedua komitmen ke-Indonesiaan.

“Merawat Kebhinekaan, Kemerdekaan dan mengawal demokrasi di Indonesia khususnya di Kalimantan Tengah agar berjalan tertib, aman, damai dan bermatabat adalah tugas utama HMI. Kalau pun ada “People Power” atau pengerahan massa terkait Pilpres 2019. Kami tegaskan HMI tidak ada terlibat baik secara kelembagaan maupun Individu. Misalkan ada, itu diluar garis kordinasi kita,” tegas Donnal Setiawan.

Ketua HMI mengatakan, Masyarakat harus tetap bersabar dan menjaga kerukunan antar sesama, jangan mudah terprovokasi dengan “people power” yang akan memecah belah bangsa. Tetap menjaga kesatuan, dalam bingkai NKRI.

“Perhatian masyarakat sekarang ini tertuju pada penyelenggara pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saya berharap masyarakat Kalimantan Tengah, tetap menjaga persatuan dan persaudaraan antar sesama, jangan gara-gara moment lima tahunan ini, kita terpecah belah, beda pilihan itu hal biasa yang penting tetap bersatu. Siapa pun Presidennya itulah yang terbaik,” ungkapnya.

Masyarakat Kalteng sangat cerdas, ucap Donnal, harus setia kepada NKRI, jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang, yang dapat memecah belah bangsa, biarkan Lembaga Negara yang sudah dipercaya bekerja secara profesional.

“Kita punya sistem Pemerintahan dan demokrasi yang baik, ikuti jalur konstitusional. Saya yakin Indonesia mampu menghadapi fase tantangan tersebut, dan kedepannya Indonesia pasti semakin maju. (Abimanyu/Tedy) 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *