Bupati Wajo ajak warganya bangkitkan perekonomian melalui program Gemantik

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Wajo – Bupati Wajo H.Amran Mahmud, S.Sos.,M.Si hadiri kegiatan Tabligh Akbar dirangkaikan dengan Penamatan RA/TK, MTs dan SMAS Tahfidzul Qur’an pondok pesantren Al-Mu’Minum Buriko Kecamatan Pitumpanua serta Wisuda Tahfidz Al Mu’minum, Sabtu 27 April 2019 / 22 Sya’ban 1440 H.

Pondok ini berdiri diatas tanah seluas 1,5 hektar dengan menggunakan dana sedekah jariyah ummat, acara hari ini mengangkat Tema “Kutakut ini Ramadhan terakhirku”.

Bacaan Lainnya

“Didalam 25 program kami, adalah menata pasar yang diawali menata pasar tempe, pasar mini, pasar Siwa dan akan menyusul pasar di setiap Kecamatan kedepannya,” ungkap Bupati Wajo dalam sambutannya.

Bupati juga menjelaskan, Program gerakan masjid cantik (Gemantik) bukan berarti mempercantik masjid melainkan bagaimana masjid yang ada di Wajo sekitar 600 masjid, memenuhi standar masjid seperti air yang digunakan berwhudu harus suci, ada pintu WCnya, dan bangkitkan TPA.

Program Tahfidzul Qur’an, dan mengatakan kalau Bupati dan Wakil Bupati Wajo punya mimpi untuk mencetak Tahfiz Quran setiap tahunnya.

“Tahun ini ada tujuh orang diutus ToT program hafal Qur’an di Bekasi oleh ustad Adi Hidayat, mudah mudahan disini ada yang bisa ikut kegiatan tersebut. Tentunya dengan mengikuti persyaratan yang berlaku,” harap bupati

Kalau anak anak Hafiz Qur’an, ada 3 yang tidak perlu kuwatirkan, pertama akhlaqnya, kemudian pendidikannya akan dibiayai, dan bisa diterima bekerja dimana saja.

“Mari kita bersama sama menyambut kebangkitan ini, dan ucapkan selamat kepada para santriawan dan santriwati yang telah selesai,” ungkap Dr. H. Amran Mahmud.

Bupati Wajo menceritakan kalau sempat singgah di masjid Jogokariyan di Jogyakarta, warga kampung Jogokariyan setiap waktu memakmurkan masjid ini, masjid ini buka 24 jam sebagai pusat ibadah, ekonomi, budaya penduduknya.

Dan ada yang paling unik di masjid ini katanya bika ada yang kehilangan, baik itu sendal, sepeda atau bahkan motor, maka pengurus masjid siap menggantinya dengan yang baru bahkan dengan merek yang sama.

Lebih lanjut, bila ada warga sekitar Masjid yang tidak berjamaah maka akan didata, didatangi rumahnya dicarikan solusi hidupnya, kalau miskin dituntaskan, kalau anaknya tidak mampu sekolah langsung diberi beasiswa, kalau rumahnya rusak langsung dibedah dengan UANG SALDO MASJID, Saldo masjid ini harus NOL RUPIAH setiap dilaporkan ke Jamaah, tidak boleh ada yang memganggur, uang infaq dan sedekah mereka salurkan

Ada penginapan gratis di Masjid ini, bagi musafir dan kebetulan tidak mampu ke Hotel, disediakan Hotel dengan fasilitas bintang tiga, gratis makan, bahkan musafir yang tidak punya ongkos pulang maka akan diberikan ongkos pulang.

Ada juga program ATM Berasnya , jika seumpama masyarakat yang membutuhkan beras maka bisa langsung kesana, bahkan yang sakit diberikan klinik masjid gratis, Masjid ini buka 24 jam, pintunya tidak boleh digembok, semua permasalahan jamaah dikoordinasikan dengan pengurus dan dicarikan solusinya.

Bahkan masjid ini sudah melakukan bedah rumah untuk 30 rumah di sekitar masjid, membantu pemuda di sekitar masjid untuk memudahkan mereka menikah, membantu pelunasan hutang bagi jamaah yg terjerat hutang, Ada BUMM (Badan Usaha Milik Masjid)

“Harapan kami setelah mengunjungi Masjid ini berharap Masjid Masjid yang ada di Kabupaten Wajo, bisa mencontoh atau setidaknya ada point yang bisa di aplikasikan di Masjid kita di Wajo. Syukur kalau bisa setengahnya atau kalau mungkin bisa sama dengan management Masjid Jogokariyan,” harapnya.

Bupati Wajo mengucapkan terima kasih telah mendukung program Pemerintah dalam menjalankan program keagamaan.

Hari Senin nanti akan diadakan sosialisasi sadar zakat khusus lingkup Pemerintah Kabupaten. Pemberdayaan kemiskinan yang tuntas yang produktif. Sehingga keluar dari mata rantai kemiskinan, inilah yang akan dirubah.

“Kita bangkitkan roda perekonomian masyarakat secara mandiri sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya terutama masyarakat miskin,” lanjut Dr. H. Amran Mahmud.

Dan disampaikan akan dibuat Rest Area yang lengkap, ada tempat jual oleh oleh sebagai tempat persinggahan masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Bupati Wajo menyampaikan kepada panitia Masjid untuk mengajukan proposal, dan akan akomodir di anggaran perubahan tahun 2019 atau dianggaran pokok 2020.

Dalam pelaksanaan acara ini juga ada penggalangan dana, para jamaah semangat bersedekah jariyah dalam rangka pembangunan asrama tahfizd di pondok Al-Mu’minun.

Turut hadir Bupati Wajo,Camat Pitumpanua, Sekcam Pitumpanua, Kepala Desa Talessang, Pengawas Kementrian agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidik. (Andhy) 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *