Santunan tak kunjung cair, ahli waris korban tsunami Banten tagih janji Kemensos

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Serang – Sejumlah warga korban terdampak tsunami Selat Sunda di desa-desa kawasan pesisir dikabupaten serang, Provinsi Banten mengaku belum menerima santunan bagi anggota keluarga mereka yang meninggal dunia.

Salah seorang istri dari korban yang nama (alm) Mista umur 32 thn, ibu Ita terdampak tsunami Selat Sunda di kp. cengkara desa Umbul Tanjung kec. Cinangka Serang Banten, mengaku belum menerima santunan atas meninggalnya suaminya yang memiliki bayi baru berumur sekitaran 8 bulan akibat gelombang tsunami pada Sabtu (22/12/2018) beberapa bulan lalu.

Bacaan Lainnya

“Saya jujur bingung pak dan gak tau benar atau tidaknya ada santunan yang dijanjikan oleh kemensos yang memang ada pemberitaan dari beberapa media. Data-data yang dibutuhkan sudah saya berikan langsung kekantor dinsos, kab.Serang,” ungkap ita saat dimintai keterangannya oleh Mitrapol.com dirumah orang tuanya di kp.cengkara desa Sukajadi kecamatan Carita, Pandeglang Banten, tempat dia tinggal semenjak pasca tsunami dan penguburan dari almarhum suaminya, Kamis (25/04/2018).

Tambah ita, sampai detik ini pak belum ada informasi yang pasti atas pencairan dana santunan tersebut,saya juga bingung seperti apa kedepannya untuk kelanjutan keseharian saya, sedangkan anak saya masih bayi.

Kebutuhan bayi harus dipenuhi, baik pampersnya, susu dan kehidupan sehari-hari saya harus ditanggung sama ibu saya karena suami saya jadi korban tsunami.

Masyarakat mengetahui sesuai janji dari kemensos dan dikutip dari pemberitaan yang beberapa media bahwa akan ada santunan 15 juta perjiwa atas korban tsunami Banten-Lampung.

Demikian disampaikan Direktur Jendral Perlindungan dan jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial Harry Hikmat dalam Rapat Koordinasi dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di di Kantor Kemen PMK di Jl Merdeka Barat Jakarta Pusat, Jum’at (11/1) silam.

Pihak Kemensos juga akan memberikan santunan bagi para korban jiwa yang dinamakan santunan ahli waris.

“Kami ingin sampaikan untuk santunan waris itu 15 juta /jiwa, jadi kalau nanti ada menimpa satu keluarga misalkan 3 orang, maka 3 x 15 juta menjadi 45 juta. Diberikan kepada ahli waris dari keluarganya. Santun ahli waris sudah kami salurkan 5 jiwa di Banten dan 7 jiwa di Lampung ini sebagai bukti bahwa pemerintah akan merealisasikan, ” jelasnya panjang lebar

Harry meminta, pengajuannya berupa usulan ditandatangani oleh dinas sosial Kabupaten atau Kota. Setelah itu kata dia, direkomendasikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi.Tim Kemensos bersama tim Dinas Sosial Provinsi beserta petugas survei yang ditunjuk yaitu pendamping PKH, dan Tagana akan memverivikasi daftar nama yang meninggal untuk  santunan ke ahli waris.

Informasi yang dapat dihimpun oleh Mitrapol.com dari bapak Amsar melalui telepon seluler selaku kasi bagian pendataan kantor Dinas Sosial Kabupaten Serang mengakui bahwa belum ada pencairan untuk dana santunan korban tsunami Banten-Lampung.

“Iya pak, untuk data-data persyaratan untuk mendapatkan santunan ini dari para ahli waris sudah saya kumpulkan dan sudah saya masukkan ke kantor dinas sosial provinsi Banten. Untuk masalah pencairannya belum ada. Bukan ibu Ita saja, yang lainnya juga belum. Informasi yang kita dapatkan untuk kabupaten Serang belum satupun mendapatkan atas pencairan dana santunan tersebut,” paparnya.

“Yah, saya juga tidak bisa mengutarakan kendalanya dimana, kita hanya sebatas pengumpulan data,mengajukannya dan sesuai intruksi mungkin pencairannya melalui rekening ahli waris dari pada korban tsunami Banten-Lampung,” tutupnya. (Rouen Siregar)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *