Pengerjaan pembangunan jalan nasional diduga asal jadi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banten – Proyek pengecoran jalan nasional Labuan – Carita Pandeglang Banten yang dikerjakan PT Utama Prima dengan memakan dana milyaran diduga dikerjakan tidak sesuai dengan bestek (ketentuan).

Pelaksanaan proyekpun dikeluhkan warga setempat, selain pengerjaannya yang lambat, masyarakat juga menilai kontruksi beton jalan tersebut tidak sesuai spesifikasi beton jalan kelas I. Pasalnya, pengerjaan proyek betonisasi jalan tersebut tidak dilengkapi dengan rangka besi yang biasa digunakan pada kontruksi beton jalan pada umumnya.

“Bagaimana tidak cepat rusak, jalan ini yang setiap harinya dilintasi kendaraan bertonase tinggi, tetapi cuma di cor saja tanpa menggunakan rangka besi. Saya melihat langsung itu, pengecorannya malam hari dan tidak ada rangka besinya, yang ada hanya besi untuk sambungan beton saja,” ujar salah seorang warga Carita. Sabtu (27/4).

“Rangka besi tersebut berfungsi untuk pengikat dan memperkuat kontruksi beton jalan. Dengan pemasangan rangka besi, beton akan terikat dan lebih kuat. Jadi, kondisi jalan tidak cepat terjadi penurunan meskipun kendaraan yang melintas bertonase tinggi. Tetapi kalau pemasangannya tidak memakai rangka besi, kami jelas khawatir bisa cepat terjadi penurunan dan jalan akan cepat rusak,” Jelas warga tersebut.

Pengerjaan pengecoran jalan tanpa menggunakan rangka beton tersebut diakui oleh salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya.

“Benar pengecoran ini tidak menggunakan besi hamparan hanya memakai besi sambungan. Ini sudah aturan dari Dinas PU,” ujarnya.

Selain pengecoran, pengerjaan pengaspalan jalan pun sepertinya dikerjakan asal jadi, hal ini terlihat dilapangan, dimana aspalnya terlihat kasar dan diduga penimpahan aspalnya tanpa perekat sebagai pengunci antara aspal lama dengan aspal baru.

Tidak adanya pihak kontraktor dilapangan mempersulit pihak media untuk konfirmasi masalah ini.

“Kami hanya sebatas kuli, operator alat pak, konsultannya enggak tau kemana tadi mah ada sih,” ujar salah seorang pekerja yang ada dilokasi saat ditanya pihak media.

 

 

Royen Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *