Mantan kepala desa palsukan dokumen negara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bogor – Oknum Kades berinisial AD yang belum lama ini habis masa jabatannya diduga telah menyalah gunakan Jabatannya, dengan mengeluarkan surat keterangan tidak sengketa dengan nomor surat : 593/704/IX/2016 dikeluarkan tanggal 28/9/2019.

Kasus ini pernah menjadi topik pembicaraan masyarakat Kab. Bogor. Kasusnya sudah bergulir di Pengadilan Negeri, para ahli waris sah pemilik tanah telah melayangkan gugatan dan oleh PTUN Bandung No. 59/G/2011 dan PT. TUN .Jkt ( No. 107/B/2012) serta Mahkamah Agung RI. No. 114 PK/TUN/2015. Perkara ini di menangkan oleh pemilik tanah yang sah, serta menyatakan bahwa surat tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap.

Secara hukum Perdata, kasus ini dinyatakan selesai dan kepemilikan tanah sudah dikembalikan kepada pemilik yang sah. Namun secara Pidana, oknum Kades ini bisa terjerat Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP yaitu pemalsuan surat, dengan hukuman paling lama 6 tahun penjara.

Terkait dengan kasus ini, Tim Media meminta konfirmasi dan klarifikasi kepada yang bersangkutan.
Dengan didampingin oleh rekannya yang diduga sebagai seorang Pengacara, semua pertanyaan yang ditujukan kepada AD dijawab oleh sang pengacara, sementara AD lebih banyak diam.

Dari keterangan yang disampaikan ada beberapa kejanggalan, diantaranya saat awak media menanyakan dasar keluarnya “Surat Keterangan Tidak Bersengketa”

Sang pengacara menjawab, “Memang data tanah tersebut tidak ada di Buku Induk C , tapi di Persidangan ahli waris mengeluarkan sertifikat tanah yang asli,” Ujarnya.

Tim Media pun mencoba menelusuri dan mencari fakta di lapangan, dengan menggali informasi tentang data tanah tersebut. Telusuran pertama tim Media meminta informasi kepada dua mantan Kades yang lama, sebelum AD menjabat sebagai Kades.

Tim Media menulusuri ke kantor Desa untuk mengkonfirmasi masalah Buku Induk C, tim disambut oleh Plt. Kades.

Plt. Kades mengatakan, waktu Sertijab, hanya menerima stempel Desa, sementara Buku Induk C yang diduga dipegang oleh AD tidak diserah terimakan.

Pihat Plt Kades menyatakan tidak tahu tentang kasus ini, dan baru tahu dari awak media sendiri. Kami pun mencoba mengkofirmasi kepada Sekretaris Desa (Sekdes).

“Dari saya menjabat jadi Sekdes mulai tahun 2007 sampai sekarang, Buku induk C itu ngak ada di kantor Desa pak, kemungkinan Buku Induk C itu di pegang oleh Pak Kades yang lama,” Ungkap Sekdes.

Ditambahkannya lagi, “kami sama sekali tidak tahu tentang Buku Induk C tersebut, silahkan konfirmasi lagi kepada AD.”

Dari semua Informasi yang didapat dari narasumber, terasa ada kejanggalan dan sama sekali tidak sesuai dengan jawaban yang diberikan AD melalui sang pengacara.

Sampai berita ini diturunkan, keberadaan Buku Induk C masih belum bisa dipastikan, namun dari informasi yangn dikumpulkan, diduga masih dipegang oleh oknum mantan Kades.

 

 

Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *