Pembangunan tower penghubung sinyal di Kabupaten Mappi kerahkan 30 pekerja

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kabupaten Mappi – Rombongan supervisor dari PT.  Palapa Timur Telematika (PTT) tiba di area pembuatan tower pemancar penghubung sinyal di Kabupaten Mappi, Sabtu (27/4/2019)  Wit.

Pantauan Mitrapol.com terlihat tiga puluh tenaga kerja berada disana, yang mana terdiri dari dua belas pekerja bongkar muat, delapan orang membongkar dari belang ke darat dan empat orang memuat ke atas jonder, satu orang pengemudi jonder, satu kenek jonder, enam orang tenaga ahli pengecoran pondasi menara tower, lima orang bertugas menyortir bahan material, dua orang juru masak, dua orang lagi penyedia air untuk pengecoran, dan satu orang pengawas yang selalu standby di area pembuatan tower tersebut.

Jarak pelabuhan dengan lokasi tower 8 Km, sedangkan jarak tempuh untuk membawa bahan material dari kota kabupaten ke kotup, sembilan jam perjalanan menggunakan transportasi air, belang sebutan masyarakat Mappi.

Pengawas PT. Palapa Timur Telematika Bapak Dodi Supervisor mengatakan pendistribusian bahan material ini sudah mencapai sembilan puluh persen, untuk pengecoran kami masih harus menunggu bahan sisanya tiba ditempat.

“Karena saya tidak mau mengambil resiko besar saat pengecoran pondasi tower dengan material yang belum seratus persen siap seperti ini, ” ujarnya.

Lanjut Bapak Dodi yang biasa dipanggil Ari panggilan akrab supervisor PTT itu, waktu pengecoran pondasi akan dilakukan secepatnya pertengahan bulan Mei, tidak perlu untuk dikhawatirkan pekerjaan ini akan selesai sebelum masa waktu yang di tentukan.

“Melihat situasi dan kondisi saat ini driver (pengemudi) jonder sudah tidak lagi bekerja, hal tersebut menjadi kendala dalam proses angkut material ke lokasi pengecoran pondasi, kami akan mencari pengganti nya dalam dua hari ini dan pasti ada,” Jelasnya.

Menurutnya, mengenai material yang di butuhkan untuk pondasi tower, semua bahan yang digunakan bukan lokal dimulai dari pasir import sebanyak tiga puluh delapan kubik, semen enam ratus sak, dan ciping (kerikil) empat puluh delapan kubik, besi beton ulir yang berukuran 12 dan 10.

“Untuk semen sendiri kami memang menambahkan jumlahnya mengingat kondisi iklim atau cuaca yang ekstrim serta kebocoran pembungkusnya, pembelian bahan ini harus menempuh jarak 96 Km,” Jelasnya.

Ariel lelaki berusia 32 tahun itu, berharap kondisi kesehatan Para pekerjanya selalu dalam keadaan stabil, agar semua peroses pekerjaan dapat dilakukan dengan penuh kekompakan untuk mencapai hasil maksimal, serta support dari pimpinan diperlukan oleh kami semua dilapangan. Tutup supervisor yang memiliki akun Face book Ariel Tahanmental arie.  (Yon) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *