BNN kembali temukan dua titik lokasi ladang ganja di Aceh

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jantho – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan pemusnahan ladang ganja, di provinsi Aceh un tuk ketiga kalinya sepanjang tahun2019, hingga saat ini total luas ladang ganja yang ditemukan dan d dimusnahkan seluas 4,5 H, hal ini di ungkapkan Direktur Narkotika Alami, Deputi Pemberantasan BNN, Victor J. Lasut kepada Mitrapol, Jum’at (3/5/2019).

“Kali ini tim BNN berhasil mengidentifikasi keberadaan dua titik ladang ganja pada ketinggian 235 MDPL dan 205 MDPL di kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Satu titik berada pada koordinat 5.496927º 95.490552º dengan luas ladang 6.800 m2, dan satu titik seluas 8.200 m2 pada koordinat 5.494171º 95.489812º,’’ ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Ia menuturkan bahwa ketinggian pohon ganja yang berhasil ditemukan cukup variatif mulai dari 30 centimeter sampai dengan 340 centimeter dengan tingkat kerapatan tanaman sekitar 1 hingga 4 batang ganja permeter persegi.

“Total tanaman ganja yang berhasil dibabat tim BNN sebanyak 60.000 batang,dengan setiap satu batang ganja dapat menghasilkan ganja basah dengan berat mencapai 253 gram, sehingga total ganja basah yang berhasil dimusnahkan diperkirakan sebanyak 15 Ton,” tambahnya.

Pengungkapan kasus penanaman ganja ini didapat dari penyelidikan yang dilakukan oleh Tim BNN, dalam waktu selama satu minggu maka kasus penanaman ganja tersebut dapat terungkap, dengan dipimpin langsung oleh Victor J. Lasut, tim gabungan melakukan penelusuran dengan melibatkan 107 personel.

“Jarak lokasi dari kota Banda Aceh membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk tiba di titik pendakian,dengan medan yang cukup berat harus dilalui dengan jarak tempuh sekitar 2 jam lagi berjalan kaki,’’ jelasnya.

Ia mengatakan pemusnahan barang haram tersebut buah kerjasama antara BNN dengan TNI, Polri, dan beberapa unsur masyarakat, salah satunya akademisi dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

“Atas nama Badan Narkotika Nasional, saya ucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Kepolisian serta unsur masyarakat atas sinergitas yang telah terjalin dalam peaksanaan kegiatan ini,’’ ujarnya.

BNN berharap dengan dilakukannya pemusnahan ladang ganja ini, masyarakat Aceh semakin peduli bahwa hingga saat ini penanaman dan peredaran gelap ganja di larang di Indonesia. Sesuai dengan Pasal 111 ayat (2) Undang undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (Safdar.S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *