Gandeng LBH, 40 WBP Rutan Rangkasbitung ikuti penyuluhan hukum

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Rangkasbitung –  Sebagai implementasi Perjanjian Kerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Langit Biru, sebanyak 40 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara Klas IIB Rangkasbitung mengikuti penyuluhan hukum yang berlangsung di Ruang Aula Pembinaan, Jum’at (03/05) Pagi.

Penyuluhan ini dibuka oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, didampingi Kasubsi Pengelolaan dan staf. Hadir dalam kegiatan penyuluhan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Lebak, Ketua LBH Langit biru dan jajaran.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini adalah kelanjutan dari PKS yang telah disepakati sebelumnya dengan Pimpinan, kegiatan penyuluhan dan konsultasi hukum ini tentu akan sangat bermanfaat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang masih dalam proses pro justisia oleh karenanya masih dimungkinkan bebas atau tidaknya, maka manfaatkanlah kegiatan ini menjadi momen untuk menggali dan menyampaikan semua keluh kesah terkait permasalahan proses hukum yang dihadapi,” Kata Dede dalam sambutannya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini juga akan mewujudkan visi misi kementerian hukum dan Ham RI.

“Inikan selaras yah dengan visi misi induk organisasi kita, masyarakat harus memperoleh kepastian hukum, baik bagi korban maupun bagi pelaku itu sendiri, dan akhirnya jika sudah ada ketetapan (inkrah), tugas kami selanjutnya adalah melaksanakan pembinaan, semoga kegiatan ini bisa memberikan pencerahan bagi WBP yang berstatus tahanan,” tutur Dede sapaan akrabnya.

Senada dengan Kasubsi pelayanan Tahanan, Jimi Siregar selaku ketua Peradi DPC Lebak menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan layanan sosialisasi, penyuluhan dan konsultasi serta bantuan hukum kepada WBP secara rutin.

“Insyallah kita akan jadwalkan kegiatan ini secara rutin, WBP yang sedang menjalani proses hukum akan kita dampingi guna mendapat perlindungan hukum dan kepastian hukum, intinya kita juga menjunjung rasa keadilan baik bagi masyarakat maupun sebagai pembinaan bagi pelaku, kami mengharapkan dalam mengikuti konsultasi hukum, semua WBP dapat menceritakan secara gambling dan terus terang sehingga bentuk bantuan dan pendampingan hukumnyapun akan disesuaikan,” ujar Jimi Advokat Kondang asal Medan ini. (4AN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *