Jelang puasa, Disperindag Lebak desak Pertamina awasi agen gas elpiji

  • Whatsapp

Mitrapol.com, Lebak – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak mendesak pihak PT. Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) untuk mengawasi harga gas Elpiji 3Kg dari agen sampai pangkalan jelang bulan puasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Kadis Perindag Dedi Rahmat dalam rapat dengar pendapat dengan Perwakilan PT.Pertamina, Pengurus Hiswana Migas dan Ormas Generasi Muda Trikora diruang aula kantor disperindag kabupaten Lebak, Jumat (3/5/2019).

Bacaan Lainnya

“PT Pertamina harusnya tidak lepas tangan saat Gas Elpiji 3 Kilogram langka dan Terjadi lonjakan harga, tapi harus memaksimalkan dari mulai SPBE , Agen, Pangkalan hingga pengecer,” kata Dedi dikantornya.

Secara tegas Dedi Rahmat mengatakan bahwa betapa pentingnya pengawasan untuk dilakukan sebab disinyalir Usaha Elpiji menjadi salah satu ajang bisnis para mafia.

“Pemda tidak punya kewenangan berbuat apa-apa pada saat Gas Elpiji 3 Kilogram langka dan naik signifikan tinggi ditingkat pengecer. Sebab, sejauh ini belum ada aturan Harga Aturan Tertinggi(HET) untuk pengecer yang ada itu hanya HET untuk Agen Elpiji 3Kg Rp.16.000,” ungkapnya.

Sales Eksekutif Gas Elpiji 3 Kg PT. Pertamina Rayon 5 Merak Banten Widi Hidayat Menanggapi hal tersebut.

Menurutnya, harga eceran tertinggi (HET) untuk sgen dan pangkalan itu sudah diatur oleh pemerintah tertuang didalam Peraturan Bupati Tahun 2015.

“Yang kami jamin itu Agen dan Pangkalan kita pastikan Sesuai HET yang berlaku, Kalaupun ada yang melanggar kita akan berikan sanksi sesuai dengan ketentuan,” katanya.

“Upaya tentunya kita terus jalankan dengan perbaikan sistem pengawasan yang lebih tepat dan akurat karrna demi kebaikan kita bersama jangan sampai ada masyarakat miskin yang teriak tidak mendapatkan Elpiji 3 kilogram, ” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *