Oknum wartawan diduga lindungin bangunan bermasalah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Tidak tegasnya Pemprov DKI Jakarta dalam menegakkan ketertiban bangunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku membuat semakin marak pelanggaran yang terjadi di lapangan.

Berbagai pelanggaran marak terjadi mulai dari bangunan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga bangunan yang tidak sesuai dengan fungsi dan peruntukannyabegitu mudah ditemukan.

Salah satunya adalah proyek bangunan yang berada di jalan Kav Polri Blok F Kav 1415 RT. 004/002 kelurahan Jelambar kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat diduga dibangun tidak sesuai dengan ijin yang tertulis di IMB.

Dalam IMB yang dipasang tertera izin bangunannya 3 lantai namun kenyataan di lapangan fisik bangunan berdiri 4 lantai, dan sampai saat ini belum ada tindakan atau teguran secara langsung terkait pelanggaran perizinannya dari instansi terkait.

Adanya pelanggarang perizinan sebuah bangunan namun tidak adanya tindakan dari istansi terkait menimbulkan pertanyaan, diduga ada konspirasi antara pihak Citata Gropet, dengan oknum ketiga dari pemilik bangunan tersebut.

Dari temuan di lapangan proyek bangunan tersebut melanggar Perda No 7/2010 Dengan Pasal 143 ayat (1) Setiap kegiatan pelaksanaan pembangunan bangunan gedung harus diawasi oleh pengawas konstruksi, dan pasal 144 ayat (2) Apabila dalam pelaksanaan pembangunan bangunan gedung terjadi ketidaksesuaian terhadap IMB dan/atau menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, pengawas pelaksanaan wajib menghentikan sementara pelaksanaan pembangunan bangunan gedung serta melaporkan kepada Dinas.

“Bangunan ini sudah berjalan beberapa pekan dan proses pembangunan baru, Iya benar secara fisik Empat lantai tidak sesuai dengan (IMB) pak,” saya Hanya pekerja bangunan (Kuli) tidak Tau dan tidak mau bicara takut salah. “Bapak silakan saja hubungi pak Iwan dia yang bertanggung jawab atas bangunan ini,”

Saat dikonfirmasi melalui via seluler “pak Iwan” yang disebut sebagai penanggungjaba itu tidak merespon apa pun, diam membisu seolah tak menanggapi dan menyepelekan aturan yang dibuat pemerintah.

Dilihat dari Foto Profiel aplikasi what’s up terpampang foto yang diduga “pak Iwan” menggunakan atribut jurnalis dari salah satu media online.

Jika benar dia seorang wartawan, ini sangat disayangkan, citra kuli tinta dicoreng oleh ulah oknum yang melancarkan dan melindungi pembangunan rumah bermasalah.

 

 

Semi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *