Ratusan PMI kembali dipulangkan pihak Malaysia

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan – Pemerintah Malaysia kembali mengusir Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Negeri Sabah ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Mereka diusir karena sejumlah permasalahan mulai dari paspor hingga kriminalitas.

Berikut wawancara khusus wartawan mitrapol.com Yusuf Palimbongan dengan Pejabat Pelaksana Tugas BP3TKI Drs. Arbain. Kamis (02/05/2019). di Tempat Penampungan Sementara TKI.

Mitrapol.com     : Terkait masalah adanya deportasi TKI, kurang lebih sekitar 158 orang, apa penyebabnya sehingga para TKI itu dipulangkan ?

Drs. Arbain          : Hari ini kita kedatangan saudara Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan dari Malaysia, PMI dipulangkan/di Deportasi dibagi menjadi 2, yaitu dari Konsulat Kota Kinabalu sebanyak 79 orang, dan dari Konsulat Tawau 79 orang, jadi totalnya sebanyak 158 orang TKI yang di Deportasi.

Sebenarnya pemulangan ini rencana dilaksanakan bulan yang lalu, berhubung karena jelang pemilu akhinya ditunda.

Setelah selesai pelaksanaan Pemilu 2019, hari ini, Kamis (2/05/2019) kita menerima pengiriman dari kota Kinabalu dan Tawau sebanyak 158 orang.

Pejabat Pelaksana Tugas BP3TKI Drs. Arbain saat diwawancarai mitrapol.com, Kamis (02/05/2019)

Mitrapol.com     : Dari ke 158 orang PMI yang di Deportasi, apakah semuanya dengan kasus yang sama ?

Drs. Arbain          : Tidak, PMI yang dikembalikan dengan kasus yang berbeda-beda, 19 orang PMI terkena kasus Narkoba, 3 orang kasus ijin tinggal atau Overstay, Paspornya sudah mati masa berlakunya tetapi tetap tinggal di Sabah Malaysia akhirnya ditangkap.

Ada juga TKI Illegal yang sama sekali tidak memiliki Dokumen ada yang berangkat tanpa Paspor dan ada juga yang lahir di Malaysia tapi tidak memiliki Dokumen.

 

Mitrapol.com     : Apakah ada upaya dan langkah dari Pemerintah Indonesia mencegah terjadi pengiriman TKI illegal ?

Drs. Arbain          : Upaya pencegahan untuk meminimalisir TKI ilegal sudah kita upayakan, namun upaya yang kita lakukan ini mengalami banyak kendala, salah satunya hambatannya adalah kurangnya personil, kemudian wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ini berbatasan langsung dengan garis perbatasan Malaysia.

Sehingga banyak TKI ilegal tanpa dokumen sama sekali yang keluar masuk secara illegal.

Kemudian ada juga yang memang lahir disana, mereka sudah berkeluarga dan lahir disana, inilah yang menyebabkan TKI ilegal ini terus menerus tetap ada.

 

Mitrapol.com     : Apakah ada TKI yang sudah dipulangkan ke Indonesia tapi ingin kembali bekerja di Malaysia dengan mengurus dokumen Paspor, dan kalau TKI yang terkena Kasus Narkoba bagaimana ?

Drs. Arbain          : Untuk kasus narkoba, mereka tidak bisa lagi ke Malaysia karena mereka sudah di black list oleh pemerintah Malaysia, kalau kasus narkoba itu memang ada aturan tertentu sehingga mereka tidak bisa masuk ke Malaysia.

Untuk hal-hal tertentu, seperti kalau mereka memang tidak memiliki dokumen masih bisa masuk secara resmi kesana.

Kemudian kalau yang over stay, mereka masih bisa masuk secara resmi kesana namun ada aturan aturan yang harus mereka penuhi untuk bisa masuk kesana.

 

Mitrapol.com     : Sejak Januari Tahun 2019 sampai sekarang, pemulangan kali ini merupakan yang keberapa kalinya ?

Drs. Arbain          : Pemulangan kali ini merupakan yang ke 6 kalinya, dari Januari sampai sekarang kita sudah menerima deportasi 1.071 orang, jadi dari Januari sampai hari ini terakhir 158 jumlahnya sudah 1.071 orang yang kita terima.

 

Mitrapol.com     : Setelah diserahkan ke BP3TKI, langkah apa yang diambil supaya mereka tidak menjadi TKI ilegal ?

Drs. Arbain          : Kita fasilitasi mereka yang mau bekerja kembali ke Malaysia, difasilitasi untuk mengurus dokumen yang resmi dan kita serahkan kepada PPTKS untuk mengurus dokumennya.

Kemudian yang mau bekerja didalam negeri kita juga ada kerja sama dengan perusahaan Sawit yang ada di Nunukan. selain perusahaan kelapa sawit ada juga usaha-usaha lainnya seperti usaha rumput laut dan perkebunan.

 

 

Yusuf Palimbongan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *