MUI imbau tempat hiburan malam tutup selama Ramadhan

  • Whatsapp
Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid

MITRAPOL.com, Jakarta –  Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Senin (6/5/2019).

Maka dari itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada penyelenggara jasa hiburan malam untuk tutup selama bulan suci Ramadhan ini.

Bacaan Lainnya

“MUI meminta kepada para penyelenggara jasa hiburan malam seperti singing hall, karaoke, sauna, spa, massage, dan billiard untuk tutup selama bulan Ramadhan,” kata Wakil Ketua MUI, Minggu (5/5/2019).

Selain itu, MUI juga meminta lembaga penyiaran meningkatkan kepatuhannya pada Undang-undang (UU) Penyiaran serta Pedoman Perilaku dan Standard Program Siaran yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

MUI mengimbau stasiun televisi selama bulan Ramadhan tidak mengganggu dengan siaran-siaran yang kurang baik. Siaran yang dimaksud seperti tayangan yang mengandung kekerasan, perilaku seks menyimpang, hal-hal gaib, paranormal, klenik dan candaan yang berlebihan.

“Kepada para pengusaha jasa restoran dan warung makan diharap untuk mengatur waktu operasionalnya dan atau membuka usahanya dengan tidak secara terbuka, atraktif dan terang-terangan,” harap Zainut.

MUI mengajak kepada umat Islam agar memasuki bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan serta senantiasa mengharap ridha Allah SWT dalam suasana hati yang sejuk, tenang dan damai. Menghindari perbuatan yang dapat mendatangkan kemudaratan bagi diri sendiri dan orang lain.

“Bulan puasa harus dimaknai sebagai bulan yang penuh rahmat dan kasih sayang. Berpuasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan, minum dan semua hal yang dapat membatalkannya,” tegas Zainut.

Menurut Zainut, berpuasa diharapkan dapat melatih kepekaan terhadap kesulitan orang lain, melatih empati kepada orang yang belum beruntung, keberpihakan kepada orang yang teraniaya, menghargai nilai-nilai kemanusian dan menjauhkan diri dari perbuatan zalim, aniaya, fitnah, hoaks, ujaran kebencian dan bentuk kejahatan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *