Penganiayaan berujung maut

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sumsel – Jajaran Polsek Plakat Tinggi berhasil mengungkap kasus penganiayaan di areal divisi 2 PT Lonsum Desa Suka Maju Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Muba.

Dari data yang berhasil dihimpun tersangka bernama Amrullah (34) disangka telah melakukan penganiayaan terhadap korban yang bernama Artas (30), warga Dusun Desa Bangun Harga Kecamatan Plating Muba, sehinggs korban meninggal dunia, Sabtu (19/4).

“Kejadian tadi pagi, Sabtu (19/4) sekira jam 06.30 WIB tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban bersama kakaknya yang masih DPO, korban mengalami luka sebelah muka, hidung, serta pelipis mata dengan panjang 20 cm, luka punggung, luka yang mengenai punggung dari clurit. Akan kita kenakan pasal 170 KUHP,” ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, melalui Kapolsek Plakat Tinggi Iptu Suventri.

Tersangka Amrullah (34)

Pengeroyokan ini terjadi pada saat korban yang sebagai mandor bernama Artas (30) ini menghampiri anggotanya seperti biasa untuk di absen, namun pada saat mengabsen datanglah adik tersangka yang berinisial I (DPO) yang menghampiri korban dengan berujar, “ngape nga marah marah dengan koyongku.”

Hal itu langsung dilerai oleh rekan kerja mereka. Tersangka Amrullah langsung melakukan pembacokan kearah muka korban yang kemudian disusul tersangka I (DPO) dengan mengeluarkan celurit dari jaket dan membacok mengenai belakang korbannya.

Puas melakukannya kedua tersangka bergegas meninggalkan korban. Rekan korban yang melihat korban tersungkur langsung membawanya ke rumah sakit, naas dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Keluarga korban yang melihat hal itu, langsung melaporkan ke pihak kepolisian Plakat Tinggi sesuai laporan keluarga korban dan hasil pemeriksaan. Kapolsek beserta anggotanya langsung menuju rumah orang tua tersangka agar kedua tersangka untuk menyerahkan diri.

“Kemudian Sabtu sore sekitar pukul 15.15 WIB tersangka Amrullah yang didampingi keluarganya mendatangi Mapolsek Plakat Tinggi untuk menyerahkan diri dan tersangka saat ini masih dalam pemeriksaan, sedangkan adiknya masih dalam pengejaran kami,” pungkasnya.

 

 

Adri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *