Matinya ratusan bibit ternak bebek, Anggota DPRD Tobasa kecam pernyataan Kadis Ketapang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tobasa – Anggota DPRD Tobasa Fauzi Sirait mengecam pernyataan Kadis Ketahan Pangan Tobasa Darwin Sianipar, perihal matinya ratusan ekor bebek bantuan Pemkab Tobasa untuk kelompok yang dianggarankan tahun 2018.

Kadis Ketahan Pangan Tobasa Darwin Sianipar menyatakan bahwa bantuan bebek yang bersumber dari APBD kabupaten tersebut seolah-olah dipaksakan oleh Anggota DPRD.

Kepada awak media digedung DPRD Tobasa, Senin (06/05/2019), fauzi menerangkan, “Itu kan pokir (pokok pikiran), penjelasan dari Dinas Ketapang mereka harus melakukan karantina dulu sebelum memberikan bantuan,” terangnya.

Persoalan layak atau tidak layak secara administrasi untuk diberikan bantuan kepada kelompok, dewan itu tidak tau, karen yang tahu kan pasti Dinas Ketapang. Kelompok yang mendapat bantuan tersebut bukan kelompok yang baru, melainkan kelompok yang sudah beberapa kali mendapatkan bantuan.

“Jadi karakter kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebut mereka pasti tahu, jadi jangan dikatakan kita yang memaksakan,” ujar politikus dari Partai PDIP tersebut.

Fauzi juga menepis bila dikatakan seolah-olah dia yang memaksakan karena kandang untuk ternak belum tersedia dan sudah disampaikan oleh Dinas Ketapang sebelumnya kepadanya.
“Sekarangkan begini, jangan bercerita kandang dulu, soal administrasikan mereka yang lebih tau karena kelompok tersebutkan binaan mereka, bukan binaan DPRD,” tegas fauzi.

Inikan momen LKPJ, kitakan sudah survey kelapangan dan hari ini kita dengar penjelasan karena yang di ikut kan pun mendampingi bukan dia langsung (kadis), yang tidak bisa memberitahu bagaimana kondisi sebenarnya. Kita sudah survey kelapangan dan pernyataan kelompok juga mengatakan kalau bebek yang mereka terima sudah ada indikasi terkena penyakit.

“Mereka tau itu, karena tiga hari setelah hewan ternak tersebut mati, kelompok tani tersebut melaporkannya kepada penyuluh dan kadis pun datang melihatnya,” terang fauzi.

Dimomen LKPJ ini kita ingin pemerintah dalam hal ini Bupati Tobasamosir Ir. Darwin Siagian mengevaluasi hasil kinerja Dinas Ketahanan Pangan ujar Fauzi Sirait mengakhiri.

Sebelumnya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tobasa Darwin Sianipar memberikan klarifikasi perihal ratusan Ekor Bebek Bantuan Pemerintah yang mati mendadak.

Darwin membantah bila hewan ternak yang mereka berikan kepada kelompok tani sudah mengidap penyakit. Ia juga membantah berita yang beredar dibeberapa media mengenai bebek yang mereka berikan mati karena sudah mengidap penyakit.

Hal ini diungkapkan Darwin Sianipar kepada para awak media di Porsea usai menghadiri acara penyerahan SK CPNS, Jumat (03/05/2019).

Dia pun siap mengklarifikasi dengan siapapun terkait dengan kematian anak bebek yang mereka serahkan kepada kelompok yang ditunjuk anggota DPRD Tobasa Fauzi Sirait.

“Kelompok yang menerima bebek tersebut bukan kelompok yang kami usulkan. Namun kelompok yang diusulkan dewan yang terhormat. Kalau itu kelompok yang kami usulkan, pasti kami cek kesiapan kandang dan kebutuhan lainnya,” ujarnya tegas.

Darwin Sianipar mengatakan jika pengadaan anak bebek sebanyak 500 ekor merupakan pokok pikiran dewan yakni Fauzi Sirait dan harus diberikan kepada kelompok yang sudah ditunjuknya. Menurut Darwin Sianipar, beliau sudah mengingatkan agar pengadaan anak bebek ditunda hingga musim kemarau agar bebek tidak terserang hawa dingin dimusim hujan. Namun tidak di indahkan anggota dewan tersebut terangnya.

“Saran saya ini tidak direspon oleh anggota dewan tersebut, malah menyalahkan kami. Sebelum penyerahan, kami sudah melakukan pendataan termasuk mengecek kesehatan anak bebek, dan sudah dinyatakan sehat” ungkap darwin kepada awak media.

Anak bebek tersebut diserahkan kepada kelompok yang ditunjuk dewan dalam keadaan sehat dan layak. Namun setelah beberapa hari, ratusan anak bebek mati dan diduga karena faktor cuaca kedinginan. Penyerahan anak bebek tersebut dilakukan saat musim penghujan.

Hampir 80% anak bebek yang diserahkan dinas ketahanan pangan mati karena kedinginan. Saat penyerahan, beberapa kelompok di desa Nalela belum memiliki kandang ternak. Dinas tersebut menyarankan agar menyediakan kandang yang layak untuk anak bebek sebelum bebeknya diterima para kelompok. Namun ini tidak diindahkan. Hasilnya, ratusan anak bebek mati karena terserang hawa dingin dan tak tahan air.

“Saya siap dihadapkan dengan siapapun dan mempertanggung jawabkan secara moral dan siap buka-bukaan dengan Fauzi Sirait anggota dewan tersebut,” ujarnya.

Menanggapi berita yang berkembang tentang ratusan hewan ternak bebek bantuan pemerintah yang bersumber dari APBD Tobasa, Ketua LP3SU (Lembaga pemantauan dan pengawasan pembangunan sumatra utara) Sahala Saragi mengatakan, LP3SU akan akan melakukan investigasi lapangan atas matinya ratusan hewan ternak bantuan Pemkab tersebut.

“Jika nantinya ditemukan ada unsur kesalahan dalam seluruh proses pengadaan bibit ternak, penunjukan penerima bantuan dan teknis pemeliharaan, maka Lp3SU akan melaporkannya kepada aparat penegak hukum dan meminta agar para pelaku segera diproses hukum atas perbuatannya yang telah menyebakan kerugikan keuangan Negara,” ujar Sahala Saragi.

 

 

Abdi. S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *