Balap liar sangat meresahkan, masyarakat minta aparat kepolisian tindak tegas

  • Whatsapp
ilustrasi
ilustrasi

MITRAPOL.com, Palangka Raya – Aksi balapan liar di seputaran Jalan Dr.Murjani Kota Palangkaraya sangat meresahkan masyarakat dan pengguna Jalan, dan kini semakin menjadi-jadi.

Setiap malam segerombolan pengendara yang didominasi anak anak ABG malah bisa juga dibilang anak masih di bawah umur, dengan gaya bagaikan raja jalanan menaiki sepeda motor kebut-kebutan dan ugal-ugalan di jalanan, hal ini sangat menganggu kenyamanan para pengguna jalan.

Informasi yang dihimpun Mitrapol.com balapan liar ini dilakukan pada malam hari sekitar pukul 23.00 sampai 02.00 WIB menjelang waktu sahur dan lokasi yang digunakan adalah daerah padat penduduk.

Salah satu warga setempat Rudy (27) mengatakan dirinya sengat tidak setuju dengan adanya aksi jalanan yang dilakukan anak-anak muda ini karena menganggap itu sebagai hal yang sangat tidak benar, selain mengganggu kenyamanan masyarakat juga membahayakan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan yang lainnya.

“Iya mereka balapan hampir setiap malam dan biasanya sudah start sekitar jam 23.00 WIB. apalagi banyak orang mau ke pasar kalau sampai terjadi kecelakaan jadi merugikan diri sendiri dan orang lain jadi was-was kalau lewat jalan ini, takut ketabrak,” jelas Rudy saat dibincangi Mitrapol.com Rabu (8/5/2019) .

Ditambahkan, untuk para pembalap liar sendiri sebenarnya sudah beberapakali dibubarkan oleh pihak kepolisian baik dari Polres Palangka Raya maupun Polsek Pahandut. “tetapi yang namanya anak-anak muda setelah dibubarkan diulang lagi balapan lagi yang bikin jengkel itu suara knalpot motor yang mereka gunakan knalpot blong atau modifikasi yang suaranya bising dan sakit kalo didengar,” ucapnya dengan nada kesal.

Kami sebagai masyarakat meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas para pembalap liar jangan cuma dibubarkan kasih efek jera kepada mereka.

Kasihan serta sangat prihatin kalau mereka sampai mengalami kecelakaan, apalagi ini bulan puasa sebentar lagi hari raya idul Fitri, jangan sampai merugikan diri sendiri dan keluarga serta orang lain. “Kalau kecelakaan atau jatuh dan sampai meninggal, apa tidak kasihan,” pungkasnya.

 

 

Abimanyu/Tedy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *